Petenis Andy Murray Dinobatkan sebagai Atlet Terbaik Inggris  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Inggris, Andy Murray mengangkat trofi setelah mengalahkan petenis Belgia, David Goffin di final Piala Davis di Ghent, Belgia, 29 November 2015. Andy Murray menyejajarkan diri dengan John McEnroe dan Mats Wilander sebagai petenis yang mampu mencatatkan rekor kemenangan 8-0 di Piala Davis dalam setahun. Reuters/Jason Cairnduff

    Petenis Inggris, Andy Murray mengangkat trofi setelah mengalahkan petenis Belgia, David Goffin di final Piala Davis di Ghent, Belgia, 29 November 2015. Andy Murray menyejajarkan diri dengan John McEnroe dan Mats Wilander sebagai petenis yang mampu mencatatkan rekor kemenangan 8-0 di Piala Davis dalam setahun. Reuters/Jason Cairnduff

    TEMPO.COJakarta - Pahlawan Piala Davis Inggris, Andy Murray, menjadi olahragawan terbaik Inggris versi BBC setelah memenangi penghargaan "Sports Personality of the Year" 2015 yang diadakan di Belfast, Irlandia Utara, Minggu waktu setempat.

    Dia adalah petenis nomor dua yang meraih penghargaan itu untuk kedua kalinya bulan lalu dan memimpin Inggris Raya menjuarai Piala Davis untuk pertama kalinya sejak 1936.

    "Saya sangat tersanjung berada di sini, di depan banyak atlet besar. Saya hanyalah penggemar berat olahraga," kata Murray saat menerima penghargaan ini.

    Murray, yang meraih medali emas Olimpiade 2012 dan juara AS Terbuka 2012 serta Wimbledon setahun kemudian, berusaha bercermin pada kebangkitan Inggris Raya dalam Piala Davis.

    Di tempat kedua ada Kevin Sinfield yang sudah pensiun dari liga rugbi setelah karier yang menakjubkan. Pada tempat ketiga ada Jessica Ennis-Hill, sang juara dunia saptalomba.

    Sedangkan atlet berkuda yang melegenda dan kini telah pensiun, AP McCoy, menerima "Lifetime Achievement Award". Demikian dilansir AFP.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.