Sukses Bimbing Pemain Muda, Vita Marissa Kembali ke Pelatnas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vita Marissa. TEMPO/Amston Probel

    Vita Marissa. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain bulu tangkis senior nasional, Vita Marissa, kembali masuk ke pemusatan latihan nasional (pelatnas) Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI). Pemain putri berusia 35 tahun ini diharapkan bisa membimbing pemain-pemain yang lebih muda di pelatnas.

    Vita mendapat hak untuk masuk kembali ke pelatnas setelah menjuarai Kejuaraan Nasional PBSI 2015 bersama Rafiddias Akhdan Nugroho di nomor ganda campuran, Desember tahun lalu. Ini sesuai dengan kebijakan PBSI yang memberikan jatah satu tempat di pelatnas bagi juara-juara nasional. Vita dan Rafiddias akan menjalani masa percobaan selama enam bulan.

    Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rexy Mainaky menjelaskan, PBSI sebelumnya mengirim surat kepada klub tempat Vita bernaung, PB Djarum. Mereka bertanya apakah Vita bersedia menggunakan haknya. "Semalam, kami mendapatkan surat balasan dari Vita. Dia bersedia bergabung dengan pelatnas," kata Rexy.

    Rexy menuturkan, sekalipun kembali dengan status sebagai pemain, Vita tidak akan dituntut untuk mempersembahkan prestasi buat tim Indonesia. Keberadaannya di pelatnas lebih diharapkan membawa manfaat dari segi pembinaan kepada atlet-atlet yang lebih muda.

    "Vita berhasil mengangkat prestasi Praveen Jordan hingga dia dipanggil masuk pelatnas. Lalu Rafi (Rafiddias), yang setelah berpasangan dengan Vita, bisa kembali masuk ke pelatnas," ujar Rexy. "Pengalamannya membimbing pemain muda akan bermanfaat di pelatnas."

    Rexy juga tak menampik kemungkinan Vita diangkat menjadi pelatih suatu saat nanti. "Kalau dia punya kemampuan yang memadai untuk menjadi pelatih, kenapa tidak?" kata Rexy.

    GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.