Latihan Semakin Ketat, Daud Yordan Fokus Jaga Kesehatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daud Yordan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Daud Yordan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Kuta -  Juara tinju kelas ringan WBO Asia Pasifik asal Indonesia, Daud 'Cino' Yordan tak hanya fokus berlatih mempersiapkan pertarungan mempertahankan gelar melawan petinju asal Jepang Yoshitaka, di Balai Sarbini, Jakarta, 5 Februari 2016. Petinju asal Kalimantan Barat itu juga fokus menjaga kesehatan.

    "Saya menjaga porsi makan saya. Perlahan-lahan saya juga menjalani diet sejak tiga bulan lalu," ujar Daud, saat ditemui Tempo, di Kuta, Sabtu, 9 Januari 2016.

    Keputusannya diet tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari pelatihnya Craig Christian - sebelumnya menangani petinju Indonesia Chris John. "Craig enggak mau saya diet lebih ketat karena saya butuh banyak tenaga untuk stamina menjalani latihan," ujar petinju 28 tahun itu.

    Menjelang pertarungan, Daud fokus latihan fisik dan uji tanding di Sasana Mirah Boxing yang berada di Kuta, Bali. Craig menyiapkan dua pentinju lokal yang memiliki gaya bertinju sama dengan Kato.

    “Yang jelas beberapa hari menjelang pertarungan saya akan mengurangi makan malam,” Daud menambahkan.

    Petinju yang memiliki rekor 34 kali menang dengan 24 di antaranya KO dan 3 kali kalah itu juga berusaha mengindari cedera saat uji tanding. "Ketika sparring, menggunakan sarung tinju yang lebih besar dan penutup kepala untuk memperkecil resiko, takut kalau efek pukulan terlalu berat," kata dia.

    Cuaca di Bali yang sangat panas, juga menjadi perhatian Daud. Menurut dia, cuaca di Bali lebih panas dibandingkan tempat asalnya. "Kesehatan fisik ini penting, khawatir flu atau demam. Selain itu yang terpenting juga menjaga mood dan mental saya,” kata Daud.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?