Bom Sarinah, Menpora: Agenda Olahraga Tak Terpengaruh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melitasi bekas lokasi ledakan bom yang terdapat beberapa karangan bunga di Pos Polisi di kawasan MH Thamrin, Jakarta, 15 Januari 2015. TEMPO/Subekti

    Warga melitasi bekas lokasi ledakan bom yang terdapat beberapa karangan bunga di Pos Polisi di kawasan MH Thamrin, Jakarta, 15 Januari 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyatakan teror bom Sarinah tidak akan mempengaruhi persiapan agenda-agenda olahraga internasional yang akan dilaksanakan di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia

    "Kami yakin situasi akan kembali normal dan persiapan acara olahraga internasional di Jakarta dan Indonesia bisa terus berjalan," kata Menteri Imam sebagaimana dikutip kantor berita Antara, 14 Januari 2016.

    Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah MotoGP 2017. Selain itu, Indonesia akan menjadi tuan rumah pesta olahraga negara-negara Asia, Asian Games, pada 2018. Ada juga Olimpiade Olahraga Rekreasi atau Tafisa World Games 2016 yang akan berpusat di Ancol, Jakarta, dan diikuti 110 negara.

    "Serangan teroris bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Karena itu, kewaspadaan wajib dijaga," ujar Imam. "Kami percaya negara-negara lain juga memahami situasi ini dan tetap percaya bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah berbagai event olahraga internasional besar yang sudah dijadwalkan."

    Imam mengatakan warga Indonesia harus tetap solid dan kompak menyongsong perhelatan akbar olahraga di Indonesia. Peristiwa Bom Sarinah yang terjadi pada Kamis, 14 Januari 2016, kata Imam, adalah pelajaran penting dan berharga bagi aparat keamanan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan bagi tamu-tamu besar Indonesia. 

    ANTARA | GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.