Kerber Hentikan Sensasi Konta dan Tantang Serena di Final

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua petenis wanita cantik, Angelique Kerber (kiri) dan Johanna Konta saling berjabat tangan usai berakhir laga semifinal Piala Australia Terbuka yang dimenangkan oleh Angelique Kerber di Melbourne Park, Australia, 28 Januari 2016. REUTERS

    Dua petenis wanita cantik, Angelique Kerber (kiri) dan Johanna Konta saling berjabat tangan usai berakhir laga semifinal Piala Australia Terbuka yang dimenangkan oleh Angelique Kerber di Melbourne Park, Australia, 28 Januari 2016. REUTERS

    TEMPO.COMelbourne - Petenis tunggal putri, Angelique Kerber, lolos ke final Australia Terbuka 2016. Kerber menghentikan langkah Johanna Konta pada semifinal dengan skor 7-5, 6-2, di Rod Laver Arena, Kamis, 28 Januari 2016. 

    "Momen ini sangat spesial. Saya memberikan permainan terbaik di lapangan," kata Kerber, asal Jerman. Ia juga memuji Konta dan menyatakan pemain muda itu akan memiliki masa depan yang cemerlang. 

    Kerber, yang merupakan unggulan ketujuh, akan menghadapi Serena Williams, juara bertahan asal Amerika Serikat. Dan final ini sekaligus menjadi kesempatan pertamanya di Grand Slam sepanjang karier tenis Kerber. 

    Sebelumnya, pada perempat final, Kerber mengalahkan mantan juara Australia Terbuka, Victoria Azarenka, dengan skor 6-3, 7-5. 

    Adapun Serena telah menyingkirkan petenis Polandia, Agnieszka Radwanska, pada semifinal, dengan skor 6-0, 6-4. Serena mengincar gelar ketujuhnya di final Australia Terbuka. 

    Berdasarkan catatan Asosiasi Tenis Wanita Dunia (WTA), Serena dan Kerber pernah bertemu sebanyak 6 kali. Satu di antaranya dimenangi Kerber saat bertanding pada babak perempat final Cincinnati, Amerika Serikat, pada 2012. 

    BBC | GUARDIAN | MARTHA WARTA SILABAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.