KONI Klaim Persiapan PON Jawa Barat sudah 94 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tono Suratman terpilih kembali menjadi Ketua Umum KONI Pusat untuk periode 2015-2019 secara aklamasi dalam Musornas KONI ke-XII yang di ikuti 34 KONI se-Indonesia dan Pengurus Besar (PB) 58 cabang olahraga, 29 November 2015. ANTARA FOTO/

    Tono Suratman terpilih kembali menjadi Ketua Umum KONI Pusat untuk periode 2015-2019 secara aklamasi dalam Musornas KONI ke-XII yang di ikuti 34 KONI se-Indonesia dan Pengurus Besar (PB) 58 cabang olahraga, 29 November 2015. ANTARA FOTO/

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melaporkan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 sudah mencapai 94 persen.

    "Persiapan sudah 94 persen untuk infrastruktur, kemudian beberapa persoalan kecil bisa diatasi nanti pada saat 2016 bulan Juli sudah selesai semuanya," kata Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman di Jakarta, Selasa 9 Februari 2016.

    Dalam pertemuan dengan Wapres Jusuf Kalla, KONI juga meminta ada alokasi anggaran yang berkesinambungan untuk beragai bidang olahraga. Anggaran  yang teralokasi sepanjang tahun penting demi kesinambungan pembinaan prestasi atlet.

    Selain itu, Tono juga menjelaskan persiapan program strategis terkait PON 2016 di Jawa Barat, PON Remaja 2017 Jawa Tengah dan PON Papua pada 2020. Kesiapan atlet, pelatih dan manajer untuk olimpiade 2016 dan Asian Games 2018 juga dilaporkan pada Kalla.

    Terkait pengiriman atlet ke Olimpiade Musim Panas 2016 di Rio de Janeiro, saat ini KONI masih menunggu karena ada babak kualifikasi untuk olahraga angkat besi dan juga bulutangkis.

    "Target kami bukan banyaknya atlet tapi kita berharap bisa mendapat prestasi. Kalau bisa dapat satu medali emas, syukur-syukur kita dapat dua karena persiapan kita terbatas, terutama di bulutangkis," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.