Reaksi Doping Sharapova, Siapa yang Membela?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maria Sharapova saat menggelar konferensi pers di The LA Hotel Downtown, Los Angeles, California, 7 Maret 2016. Juara lima gelar Grand-slam ini mengaku tidak memperhatikan surat peringatan dari WADA mengenai daftar obat baru yang dilarang pada akhir 22 Desember 2015. Kevork Djansezian/Getty Images

    Maria Sharapova saat menggelar konferensi pers di The LA Hotel Downtown, Los Angeles, California, 7 Maret 2016. Juara lima gelar Grand-slam ini mengaku tidak memperhatikan surat peringatan dari WADA mengenai daftar obat baru yang dilarang pada akhir 22 Desember 2015. Kevork Djansezian/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbagai reaksi muncul dari kalangan tenis menyusul pengakuan tak lulus tes doping yang dikeluarkan Maria Sharapova, Senin, 6 Maret 2016. Ada yang memberi dukungan untuk petenis Rusia itu, ada pula yang melontarkan kecaman.

    Mantan petenis fenomenal Amerika Serikat, Jennifer Capriati, mengaku sangat marah dan kecewa mendengar berita tersebut. Legenda tenis kelahiran Cekoslovakia, Martina Navratilova, menilai Sharapova membuat kesalahan tak sengaja, sedangkan mantan pemain Inggris, Annabel Croft, menganggap kasus ini akan menodai reputasi pemain kelahiran Rusia itu.

    "Saya sangat marah dan kecewa," tulis Capriati, juara Australia Terbuka dan Prancis Terbuka 2011, di akun Twitter miliknya.

    Croft, mantan petenis yang kini menjadi presenter di stasiun televisi Sky Sports, menilai kasus doping ini akan mencoreng reputasi, popularitas, dan prestasi mengkilap yang sudah ditorehkan Sharapova sebelumnya. Namun ia tetap membela petenis berusia 28 tahun itu.

    "Melihat karakternya yang kuat, ia akan berjuang untuk mengatasinya dan terus menjalani pekerjaannya dengan cara yang sangat profesional, seperti yang telah ia lakukan di tenis. Kasus ini memang sangat mengejutkan dunia tenis, sangat tidak terduga. Setiap kasus pastilah berbeda, saya yakin mereka akan melihat kasus yang sedang ia hadapi sekarang dan akan berusaha membantunya ke depan karena ia adalah nama besar di tenis," komentar Croft.

    Di akun Twitter-nya, mantan ratu tenis dunia, Navratilova, meminta semua orang untuk menahan diri dalam memandang kasus Sharapova, yang diyakininya tidak melakukan doping secara sengaja karena zat meldonium yang dikonsumsinya masih dianggap legal hingga 2015.

    Para petenis dan mantan petenis AS, seperti Ryan Harrison, Michael Russel, dan James Blake justru memuji langkah berani Sharapova menggelar konferensi pers soal kegagalannya dalam tes doping itu. Tidak semua atlet berani melakukan hal serupa.

    Mantan petenis Inggris dan kini menjadi komentator di Sky Sports, Barry Cowan, berharap kasus Sharapova ini bisa menjadi peringatan buat para petenis lain. Ia menyesali kasus tersebut terjadi pada atlet sepopuler Sharapova sehingga langsung menjadi pusat sorotan. "Saya yakin 100 persen ia tidak bermaksud curang," ujarnya.

    PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.