Jelang Asian Games 2018, Renovasi GBK Butuh Rp 2,5 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dinding pintu II Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan yang dipenuhi coretan, Jakarta Selatan, 10 Oktober 2015. Bukan hanya banyaknya perbaikan di setiap arena olahraga di GBK, pemerintah juga harus merenovasi arena yang tidak sesuai dengan standar Olimpiade seperti arena renang yang harus punya 10 lintasan dengan kedalaman 3 meter. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Dinding pintu II Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan yang dipenuhi coretan, Jakarta Selatan, 10 Oktober 2015. Bukan hanya banyaknya perbaikan di setiap arena olahraga di GBK, pemerintah juga harus merenovasi arena yang tidak sesuai dengan standar Olimpiade seperti arena renang yang harus punya 10 lintasan dengan kedalaman 3 meter. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Pelaksana Satgas Infrastruktur Asian Games 2018 memperkirakan kebutuhan anggaran untuk renovasi Gelora Bung Karno (GBK) sebesar Rp 2,5 triliun.

    Ketua Tim Pelaksana Satgas Infrastruktur Asian Games Imam S. Ernawi mengatakan dana itu dipakai untuk renovasi dan penataan kawasan GBK.

    "Rencananya pertengahan Juni tender, akhir Juni mulai konstruksi. Kami harapkan tidak ada tender ulang karena lamanya konstruksi hanya 13 bulan," ujar Imam ketika dihubungi Bisnis.com, Senin, 25 April 2016.

    Imam menjelaskan untuk merenovasi GBK, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menggunakan skema tender design and build. Skema itu dipilih untuk mempercepat proses pembangunan karena saat ini desain awal renovasi GBK sudah tersedia.

    "Sehingga nanti pemenang tender melanjutkan desain awal itu dan konstruksi," kata Imam.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.