Semifinal Piala Thomas, Indonesia Tertinggal 1-0 dari Korea  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengembalikan kok ke arah lawannya pebulu tangkis Thailand Khosit Phetpradab pada pertandingan penyisihan Grup B Piala Thomas 2016 di Kunshan Sport Center Gymnasium, Tiongkok, 17 Mei 2016. Jonatan menang dengan skor 15-21, 21-8, 21-17 dan membuat tim Thomas Indonesia unggul 3-0. ANTARA/Prasetyo Utomo

    Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengembalikan kok ke arah lawannya pebulu tangkis Thailand Khosit Phetpradab pada pertandingan penyisihan Grup B Piala Thomas 2016 di Kunshan Sport Center Gymnasium, Tiongkok, 17 Mei 2016. Jonatan menang dengan skor 15-21, 21-8, 21-17 dan membuat tim Thomas Indonesia unggul 3-0. ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.COJakarta - Tim Indonesia tertinggal 0-1 dari Korea Selatan dalam pertandingan semifinal Piala Thomas di Kunshan Sports Center, Cina, Jumat, 20 Mei 2016, setelah pemain tunggal putra Indonesia, Jonathan Christie, dikalahkan Son Wan Ho, 21-10, 21-16.

    Jonatan tak tampil pada permainan terbaiknya di game pertama. Penampilan Jonatan begitu berbeda dibanding penampilan-penampilan sebelumnya di mana ia begitu percaya diri dengan serangan-serangan tajamnya. Pada pertandingan yang berlangsung siang ini di Kunshan Sport Center, Jonatan banyak ragu-ragu. Bahkan pukulan yang seharusnya tak sulit gagal dikembalikan dengan baik. 
     
    “Kurang puas dengan penampilan hari ini. Saya minta maaf karena saya belum bisa menyumbang poin untuk tim Indonesia. Dari sini saya belajar kalau melawan pemain top 10 dunia memang enggak gampang,” ujar Jonatan setelah laga.
     
    “Saya masih kalah dari segi kematangan dan ketenangan, kapan harus menyerang dan sabar dulu. Saya akui masih kalah jauh dari Son. Jadi tunggal pertama sebetulnya enggak bikin tegang. Saya sudah merencanakan untuk bermain sabar, tapi di lapangan malah beda hasilnya, malah buru-buru ingin mematikan lawan,” Jonatan menjelaskan. 
     
    Kalah pada game pertama, Jonatan mencoba bangkit di game kedua. Ia bermain lebih sabar dan mengurangi kesalahan-kesalahan sendiri seperti yang banyak dilakukannya pada game pertama. Namun Son, yang lebih berpengalaman, bisa meladeni permainan Jonatan. Begitu ada kesempatan, Son langsung menghunjamkan smes keras ke arah Jonatan. 
     
    “Son memang menunggu serangan saya. Beberapa kali ada bola tanggung, saya smes dan dia bisa mengembalikan dengan baik. Setelah itu malah saya yang tidak bisa mengembalikan lagi. Di game kedua, saya mencoba mengadu bola depan, saat kedudukan 12-15. Son kemudian mengubah strategi dan saya tidak bisa lagi mengatur,” kata Jonatan.  
     
    PBSI | GADI MAKITAN 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.