Kalah Tipis, Indonesia Gagal Rebut Piala Thomas 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis putra anggota tim Piala Thomas Indonesia Anthony Ginting saat bertanding dalam Piala Uber 2016 di Kunshan Sport Center Gymnasium, Tiongkok. Foto/Tim Humas Dan Social Media PP PBSI.

    Pebulutangkis putra anggota tim Piala Thomas Indonesia Anthony Ginting saat bertanding dalam Piala Uber 2016 di Kunshan Sport Center Gymnasium, Tiongkok. Foto/Tim Humas Dan Social Media PP PBSI.

    TEMPO.CO, Kunshan - Tim Thomas Indonesia gagal merebut Piala Thomas 2016. Kalah 2-3 dari Denmark dalam laga final yang berlangsung di Stadion Bulu Tangkis Kunshan, Cina, hari ini, 22 Mei 2016.

    Kegagalan ini mengubur asa Indonesia yang ingin menambah koleksi gelar juara ke-14. Tim Merah Putih terakhir membawa pulang Piala Thomas pada 2002. Sedangkan bagi Denmark, gelar juara ini merupakan pertama kalinya bagi mereka.

    Pertarungan kedua tim berlangsung sengit. Tommy Sugiarto, yang sebelumnya tidak dimainkan pada semifinal karena pemulihan cedera, tampil sebagai tunggal pertama di final. Namun sayang, Tommy, yang diharapkan bisa menyumbang poin pertama bagi Indonesia, kalah di tangan Viktor Axelsen, 17-21 dan 18-21.

    Partai kedua, pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang turun sebagai ganda pertama sukses menyumbang satu kemenangan setelah menekuk pasangan Mads Pieler-Kolding/Mads Conrad-Petersen, 21-18 dan 21-13. Kemenangan Hendra/Ahsan membuat kedudukan imbang 1-1.

    Denmark kembali unggul setelah Jan O Jorgensen yang turun di partai ketiga mengalahkan Anthony Ginting 17-21 dan 12-21. Beruntung, pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi yang turun di partai keempat sukses menyamakan kedudukan dengan menekuk Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen, 21-17 dan 21-14.

    Namun, pemain tunggal ketiga Indonesia, yang menjadi harapan, Ihsan Maulana Mustofa, tak bisa mengatasi Hans-Kristian Vittinghus, 15-21 dan 7-21.

    EGI ADYATAMA | FOX SPORT

    Baca juga:
    Reklamasi Pantai: Beredar, Video Ahok Damprat Wartawan
    Heboh Konstribusi Reklamasi:  Inilah 3 Skenario Nasib Ahok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.