Persib Minta Izin Ridwan Kamil Gunakan Stadion GBLA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proyek pembuatan jalan masuk dan akses tol menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api terhenti di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, 17 Mei 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Proyek pembuatan jalan masuk dan akses tol menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api terhenti di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, 17 Mei 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung - Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar akan mengirim surat kepada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil terkait dengan izin menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Stadion ini akan digunakan sebagai venue Persib menyongsong laga Torabika Soccer Championship (TSC) pada September 2016. 

    "Mudah-mudahan GBLA sudah bisa dipakai," kata Umuh saat ditemui wartawan di Wisma Persib di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa, 24 Mei 2016.

    Alasan kepindahan markas Persib karena Stadion Si Jalak Harupat akan digunakan sebagai venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/Jawa Barat, pada 17-29 September 2016. Umuh enggan berspekulasi ihwal pemilihan home base Maung Bandung, julukan Persib. Saat ini, kata dia, belum ada opsi lain yang bakal digunakan sebagai venue laga kandang Persib selain Stadion GBLA.

    "Diusahakanlah Gedebage dulu (GBLA). Kalau masih tidak bisa dipakai terus, ini ada apa? Ini kalau masih terus-terusan, diperiksa saja ini semua ada apa, padahal kemarin kan sudah ada izin bisa digunakan," ujarnya.

    Stadion GBLA, yang dibangun dengan anggaran senilai Rp 1,1 triliun, disinyalir mengalami gagal konstruksi setelah beberapa titik ditemukan ambles. Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia hingga kini baru menetapkan seorang tersangka dalam proyek pembangunan stadion terbesar di Jawa Barat itu. 

    Saat ini, Pemerintah Kota Bandung masih melakukan upaya renovasi stadion yang berada di kawasan Gedebage, Kota Bandung, tersebut. “Proses renovasi stadion itu membutuhkan waktu sekitar tiga bulan,” tutur Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. 

    AMINUDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.