Ridwan Kamil: Stadion GBLA Semegah Santiago Bernabeu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stadion Gelora Bandung Lautan Api di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, 17 Mei 2015. Selain amblas, stadion tersebut juga sedang diperiksa oleh Bareskrim terkait dugaan korupsi anggaran pembangunan stadion bernilai Rp. 1,1 triliun. TEMPO/Prima Mulia

    Stadion Gelora Bandung Lautan Api di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, 17 Mei 2015. Selain amblas, stadion tersebut juga sedang diperiksa oleh Bareskrim terkait dugaan korupsi anggaran pembangunan stadion bernilai Rp. 1,1 triliun. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menilai kemegahan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage, Kota Bandung, tidak kalah dengan stadion-stadion di Eropa. Dia mencontohkan stadion dua raksasa Spanyol, yakni Santiago Bernabeu, markas Real Madrid; dan Camp Nou, markas klub Barcelona.

    "Yang semegah ini saya pernah ke Barcelona dan Madrid, enggak kalah, sumpah," kata Ridwan Kamil, Jumat, 3 Juni 2016.

    Selain itu, Ridwan Kamil berharap fasilitas yang ada di Stadion GBLA bisa mendekati stadion-stadion Eropa. Salah satunya adalah fasilitas museum klub sepak bola. Menurut dia, Persib Bandung sebagai salah satu klub sepak bola legendaris Indonesia yang memiliki sejarah panjang sudah pantas memiliki museum di Stadion GBLA.

    "Di Eropa, museum klub ada di stadion. Memungkinkan (dibuat museum), (stadion GBLA) kan lega, banyak ruang kosong, daripada diisi jurig (hantu)," ujarnya.

    Untuk mewujudkan hal tersebut, Ridwan Kamil berencana menyerahkan pengelolaan Stadion GBLA kepada pihak swasta melalui sistem lelang. Dia berharap Stadion berkapasitas 38 ribu kursi tersebut bisa dirawat dan dikelola secara profesional.

    "Sudah ada studi dari Unpad. Sudah saya pastikan Pemkot Bandung kalau ada fasilitas baru tidak akan mengelola sendiri," tuturnya.

    Menurut pria lulusan University of California, Berkeley, Amerika Serikat, ini, penyerahan pengelolaan Stadion GBLA kepada swasta dilakukan karena sumber daya manusia yang dimiliki Pemerintah Kota Bandung masih kurang. "Ini skala besar, jadi kita perlu lelang, mana yang punya pengalaman baik dan memberikan nilai ekonomi baik, memberikan benefit terbaik dan menjamin," ucapnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.