Eko Yuli Waspadai Cina dan Kolombia di Olimpiade 2016  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menpora Imam Nahrawi (kiri) mendapat penjelasan teknik mengangkat beban oleh lifter Eko Yuli Irawan (kanan) di pelatnas angkat besi, Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, 21 Juni 2016. Menpora juga memberikan motivasi kepada atlet angkat besi yang akan berlaga di Olimpade Rio mendatang. ANTARA/Wahyu Putro A

    Menpora Imam Nahrawi (kiri) mendapat penjelasan teknik mengangkat beban oleh lifter Eko Yuli Irawan (kanan) di pelatnas angkat besi, Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, 21 Juni 2016. Menpora juga memberikan motivasi kepada atlet angkat besi yang akan berlaga di Olimpade Rio mendatang. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.COJakarta - Lifter Cina dan Kolombia diprediksi akan menjadi pesaing berat atlet andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan, yang akan turun di kelas 62 kilogram dalam Olimpiade Rio de Janeiro, Agustus mendatang. 

    "Memang benar, dua negara itu menjadi pesaing Eko. Terutama Cina, yang hingga saat ini kekuatannya belum terdeteksi dengan baik," kata manajer tim nasional angkat besi, Alamsyah Wijaya, di Jakarta, Rabu, 22 Juni 2016. 

    Selain Cina dan Kolombia, kata Alamsyah, sebenarnya ada dua negara yang selama ini menjadi pesaing dalam mengejar medali, yaitu Korea Utara dan Azerbaijan. Hanya saja, lifter dari kedua negara tersebut sedang tersandung masalah doping.

    Meski ada permasalahan yang dihadapi calon lawan, Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) tetap mempersiapkan Eko dengan maksimal. Alamsyah berharap, lifter asal Lampung itu mampu memberikan yang terbaik. 

    "Eko sedang on fire,” kata Alamsyah. “Melihat kemampuannya saat ini, kami optimistis mampu memberikan yang terbaik di Brasil nanti.”

    Keikutsertaan lifter berusia 27 tahun di Olimpiade Rio itu merupakan yang ketiga kalinya. Dia sebelumnya mewakili Indonesia di Olimpiade Beijing 2008 dan London 2012.

    Dari dua kejuaraan empat tahunan yang telah diikuti, Eko Yuli konsisten mempersembahkan medali buat Indonesia. Di Cina, dia mampu menyumbang medali perunggu di kelas 56 kg. Di London, Eko mendapatkan medali kembali mendapatkan perunggu di kelas 62 kilogram.

    "Banyak yang bilang, seseorang akan sulit masuk final Olimpiade tiga kali berturut-turut. Tapi asumsi kami berbeda. Eko adalah lifter hebat yang jarang ada. Perbandingannya satu dari 20 ribu," Alamsyah menegaskan. 

    Eko adalah salah satu dari 25 atlet Indonesia yang bakal berlaga di Rio de Janeiro. Rabu pagi, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melepas mereka. 

    "Informasi yang saya terima sampai saat ini, kita sudah mendapatkan 27 medali di ajang Olimpiade. Saya menanti siapa yang nanti akan mendapatkan medali ke-28, ke-29, ke-30, dan seterusnya. Itu sangat membanggakan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia," kata Presiden.

    ANTARA | GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.