Seluruh Atlet Rusia Dilarang Tampil di Paralimpiade  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah atlet pengungsi Suriah hadiri upacara pembukaan selamat datang Olimpiaded 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, Rabu, 3 Agustus, 2016. AP Photo

    Sejumlah atlet pengungsi Suriah hadiri upacara pembukaan selamat datang Olimpiaded 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, Rabu, 3 Agustus, 2016. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC) Thomas Bach mengatakan agar organisasinya jangan dibandingkan dengan badan pengatur Paralimpiade, yang mencekal Rusia atas penyingkapan penggunaan doping yang disponsori pemerintah.

    Bach mengatakan Komite Olimpiade Internasional, yang memutuskan untuk menentang pencekalan Rusia dari Olimpiade Rio, memiliki hubungan yang berbeda dengan anggotanya.

    Badan Paralimpiade menimbulkan kehebohan pada Minggu ketika mereka mencekal Rusia dari Olimpiade Rio. Ketuanya Philip Craven mengecam penggunaan doping yang disponsori pemerintah tersebut, yang disingkap oleh Badan Antidoping Dunia (World Anti-Doping Agency/WADA).

    "Situasi di IPC (Komite Paralimpiade Internasional/International Paralympics Committee) berbeda dengan di OIC," kata Bach kepada AFP, Senin waktu setempat.

    "Anda bisa membandingkan hubungan antara IPC dan Rusia dengan IOC dan angkat besi, misalnya, di mana kami mendukung keputusan untuk mengecualikan seluruh delegasi Rusia dari Olimpiade."

    Pengumuman Paralimpiade disampaikan setelah IOC menolak melarang Rusia mengikuti Olimpiade dan kemudian mengecam WADA atas cara mereka menangani kasus penggunaan doping itu.

    Namun, Bach mengatakan IPC berbeda dari IOC karena mereka mengatur cabang olahraga di Paralimpiade, sedangkan IOC beroperasi secara terpisah di federasi masing-masing cabang olahraga.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.