Permainan Tanpa Ekspresi Tommy Sugiarto Dikritik Ayahnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tommy Sugiarto mengembalikan shuttlecock ke arah lawannya Pablo Abian, pebulutangkis asal Spanyol, dalam babak pertama Kejuaraan Dunia Total BWF World Championship 2015 di Jakarta, 10 Agustus 2015. Tommy menang 21-16 dan 21-13. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Tommy Sugiarto mengembalikan shuttlecock ke arah lawannya Pablo Abian, pebulutangkis asal Spanyol, dalam babak pertama Kejuaraan Dunia Total BWF World Championship 2015 di Jakarta, 10 Agustus 2015. Tommy menang 21-16 dan 21-13. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta -  Atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia Tommy Sugiarto akan bertanding melawan Rajiv Ouseph dari Inggris di babak 16 besar Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, besok pagi. Tommy harus mengalahkan Rajiv jika ingin menjaga asa lolos ke babak delapan besar hingga meraih medali.

    Ayah Tommy, Icuk Sugiarto, optimistis putranya mampu mengalahkan Rajiv. Sebab keduanya sempat beberapa kali bertanding di laga internasional. "Mayoritas Tommy yang menang," kata Icuk ketika dihubungi Tempo, Senin, 15 Agustus 2016.

    Meski begitu, Icuk mengingatkan Tommy agar tak jumawa saat pertandingan nanti. Sebab di laga Olimpiade semua kemungkinan bisa terjadi.

    Selain itu, Icuk meminta Tommy mengeluarkan bahasa tubuh ketika melawan Rajiv. Sebab selama pertandingan di Olimpiade, Tommy tampil tanpa ekspresi ketika melawan lawan-lawannya.

    Padahal menurut Icuk, bahasa tubuh sangat diperlukan dalam pertandingan bulu tangkis untuk mengintimidasi lawan. Sebagai contoh gerakan tangan, pandangan mata, hingga teriakan diperlukan seorang atlet untuk membuat ciut nyali lawan.

    "Kalau bisa dengan bahasa tubuh bikin kepercayaan diri musuh jatuh sebelum bertanding," kata Icuk. "Tapi kalau mainnya tanpa ekspresi malah mengungkan psikologi lawan."

    Di atas kertas, Tommy lebih unggul dibandingkan Rajiv. Berdasar rangking dunia versi federasi bulu tangkis dunia BWF, Tommy berada di urutan 9. Sementara Rajiv berada di rangking 15.

    INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.