PON 2016: Jabar Kian Melesat, Jatim dan DKI Selisih Tipis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Lontar Martil DKI Jakarta Ardiansah Apandi (tengah) bersama atlet Jabar Dudung Suhend (kiri), dan atlet Babel Tri Suhartomo menunjukkan medali yang diraihnya usai penyerahan medali pada nomor lomba Lontar Martil Putra PON XIX di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, 22 September 2016. Ardiansah Apandi meraih medali emas dan berhasil memecahkan rekor baru PON dengan catatan lontaran sejauh 52,8 Meter. ANTARA FOTO

    Atlet Lontar Martil DKI Jakarta Ardiansah Apandi (tengah) bersama atlet Jabar Dudung Suhend (kiri), dan atlet Babel Tri Suhartomo menunjukkan medali yang diraihnya usai penyerahan medali pada nomor lomba Lontar Martil Putra PON XIX di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, 22 September 2016. Ardiansah Apandi meraih medali emas dan berhasil memecahkan rekor baru PON dengan catatan lontaran sejauh 52,8 Meter. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Jawa Barat terus meroket dan tampak tak akan terkejar oleh pesaingnya dalam pengumpulan medali PON 2016. Hingga Selasa pagi mereka sudah mengemas 181 medali emas, 126 perak dan 133 perunggu dengan total 424 medali.

    Persaingan ketat justru dalam perebutan peringkat kedua antara DKI Jakarta dan Jawa Timur yang hanya terpaut tipis satu medali emas.

    Jawa Timur untuk sementara berada di posisi kedua dengan total 115 medali emas, 113 perak dan 108 perunggu. Sedangkan DKI di tempat ketiga dengan 112 emas, 110 perak dan 105 perunggu.

    Jawa Barat pada Senin antara lain menambahkan perolehan medali emas dari cabang futsal setelah mengalahkan Maluku Utara 2-1 pada partai final di Lapangan Futsal ITB Jatinangor, Sumedang.

    Begitu juga di cabang taekwondo, Jabar juga mendominasi perolehan medali dengan menyabet lima dari enam emas yang diperebutkan.

    Dari enam medali emas nomor kyorugi yang diperebutkan, Jawa Barat berhasil mengumpulkan lima medali dan hanya kecolongan satu medali emas di nomor under 87 kilogram (kg) putra yang jatuh ke tangan atlet Jawa Timur Ahmad Saleh Mauladdawilah setelah mengalahkan atlet Sumatera Utara Basuki Nugroho lewat ronde suddendeath setelah harus bermain imbang 8-8.

    Sementara persaingan medali emas antara DKI dan Jatim terus berlanjut, DKI di cabang polo air menyabet emas setelah mengalahkan tim tuan rumah Jabar.

    DKI juga mendominasi cabang atletik dengan total telah mengumpulkan 14 medali emas.

    Di cabang senam DKI juga merajai ketika dua pesenam DKI Jakarta, Nabila Evandestiera dan Dinda Defriana, sumbangkan empat emas untuk kontingenya pada cabang senam kategori rhythmic gymnastics perorangan putri di Gor Arcamanik, Bandung.

    DKI Jakarta meraih emas juga dari cabang tenis meja lewat pasangan ganda putri Stella Priska Palit-Desi Ramdanti yang mengalahkan rekan satu provinsi mereka Mira Fitria-Rina Sintya 3-0 di partai final nomor ganda putri di GOR 3 ITB Jatinangor, Sumedang.

    Sedangkan Jawa Timur terus menempel DKI setelah usai pertandingan Senin. Tim putri Jawa Timur berhasil menyabet medali emas pada nomor lari 4X400 meter di Stadion Pakansari Cibinong Kabupaten Bogor, Jabar.

    Tim Jawa Timur yang menurunkan pelari Dakwatul Anisah, Eka Cahya Ningrum, Nikmatul Nafiah, dan Sulastri berhasil menyentuh garis finis pertama dengan catatan waktu 3:47.77 dan masih jauh dari rekor PON atas nama tim Maluku 3:46.19.

    Di cabang renang perairan terbuka, Jatim juga meraih emas di nomor 5.000 meter putri. Perenang putri asal Jawa Timur Resa Kania Dewa berhasil merebut medali emas di renang perairan terbuka yang digelar di Pantai Tirtamaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.

    Pada nomor itu Resa mencatatkan waktu tercepat yaitu 1 jam 07 menit 36,5 detik dan berhak mendapatkan emas.ondisi

    Dengan kondisi tersebut tampaknya, yang jadi sorotan bukan lagi siapa yang bakal menjadi juara umum PON 2016, namun siapa yang berada di posisi di bawahnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.