Rian/Fajar Waspadai Pasangan Taiwan di Thailand Open  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan ganda putra Rian Ardianto/Fajar Alfian saat bertanding di Thailand Open GPG, Bangkok, 5 Oktober 2016.

    Pasangan ganda putra Rian Ardianto/Fajar Alfian saat bertanding di Thailand Open GPG, Bangkok, 5 Oktober 2016.

    TEMPO.CO, Bangkok - Babak perempat final Thailand Open Grand Prix Gold 2016 menjadi tantangan untuk Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian. Pasangan ganda putra asal Indonesia ini bakal berhadapan dengan wakil Taiwan yang merupakan unggulan keempat, Lee Jhe-Huei/Lee Yang.
     
    Ini bakal menjadi pertemuan pertama Rian/Fajar dengan Lee/Lee. Meski demikian, Rian/Fajar menyatakan sudah mempelajari permainan lawan.
     
    “Pasangan Taiwan ini terkenal dengan pukulan kencang dan keras. Jadi kami harus siap di pertahanan. Kami harus bisa bermain di pola kami, jangan terbawa pola main mereka,” kata Fajar yang ditemui di National Stadium. “Hari ini (Kamis, 6 Oktober 2016) kami memang harus bermain tiga game. Ini tidak masalah. Capek adalah risiko kami sebagai pemain. Semoga kami bisa mengatasi lawan besok.”
     
    Rian/Fajar melaju ke babak perempat final setelah mengalahkan unggulan kelima yang juga rekan sepelatnas mereka, Hardianto/Kenas Adi Haryanto. Kemenangan ini ternyata sangat berarti bagi Rian/Fajar. Bukan sekadar berhasil lolos ke babak perempat final, tapi juga Rian/Fajar sukses membalas kekalahan atas senior mereka tersebut.
     
    Seneng bisa mengalahkan yang lebih senior, apalagi kami bisa membalas kekalahan di Indonesia International Challenge 2015,” imbuh Fajar.
     
    “Kami sempat salah strategi di game kedua. Kami keenakan mengangkat bola, jadi diserang terus. Namun di game ketiga, kami mencoba untuk menerapkan pola permainan seperti di game pertama,” ujar Rian.
     
    BADMINTONINDONESIA.ORG | GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.