Tak Didukung Menpora, PON Remaja 2017 Tetap Digelar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan anggota Paskibraka pembawa nama kontingen pada upacara pembukaan Pekan Olah Raga (PON) Remaja 1 di Surabaya, 9 Desember 2014. PON Remaja 1 yang diikuti oleh atlet atlet muda dari 34 provinsi. TEMPO/Fully Syafi

    Puluhan anggota Paskibraka pembawa nama kontingen pada upacara pembukaan Pekan Olah Raga (PON) Remaja 1 di Surabaya, 9 Desember 2014. PON Remaja 1 yang diikuti oleh atlet atlet muda dari 34 provinsi. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) memastikan Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja 2017 di Jawa Tengah tetap berjalan sesuai jadwal meski pihaknya menginginkan pelaksanaannya dilakukan sederhana karena terkendala anggaran.

    Keputusan tersebut didapat pada Rapat Koordinasi KONI Pusat dengan KONI Provinsi Seluruh Indonesia di Senayan, Jakarta, Kamis, 20 Oktober 2016. Rapat tersebut juga dihadiri oleh Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Gatot S Dewa Broto dan Kadispora Jawa Tengah, Budi Santoso.

    "Sesuai kesepakatan, PON Remaja tetap berjalan. Kalau memang ada kendala masalah anggaran kita harus sesuaikan. Gak perlu gunakan hotel mewah. Bisa saja gunakan asrama-asrama," kata Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman setelah rapat koordinasi.

    Kelangsungan PON Remaja pada Juni 2017 terganjal dengan keluarnya surat Kemenpora 14 Oktober 2016 yang tidak memberikan rekomendasi pelaksanaan kejuaraan dua tahunan khusus untuk atlet usia di bawah 17 tahun itu. Salah satu alasannya adalah efesiensi anggaran.

    Selain itu, PON Remaja keberadaannya hampir sama dengan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017 yang pelaksanaannya juga akan dilakukan di Jawa Tengah pada September. Apalagi atlet yang bakal turun 90 persennya sama.

    Dengan tidak ada rekomendasi dari Kemenpora bisa dipastikan PON Remaja tidak akan mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat. Saat ini dana tinggal mengandalkan pada pemerintah provinsi Jawa Tengah. Hanya saja, dana yang sebelumnya dianggarkan dilimpahkan ke pos lain.

    Menurut Tono, PON Remaja sangat penting dilakukan karena untuk pembinaan dan selanjutnya akan menjadi pelapis kedua dan ketiga atlet senior. Selain itu, PON Remaja juga mempunyai jenjang yang lebih tinggi yaitu proyeksi Asian Youth Games maupun Olimpic Youth Games.

    "Cabang olahraganya nanti juga kita sesuaikan. Untuk saat ini cabang olahraganya memang belum ditetapkan. Yang jelas cabang olahraga olimpiade akan menjadi prioritas," kata Tono Suratman.

    Sementara itu Kadispora Jawa Tengah Budi Santoso membenarkan jika anggaran PON Remaja telah dilimpahkan ke pos lain setelah tidak mendapatkan rekomendasi dari Kemenpora. Hanya saja, pelimpahan pos tersebut belum ditetapkan oleh DPRD Jawa Tengah.

    "Baru akan ditetapkan pada rapat 1 November nanti. Jadi masih ada waktu untuk diusahakan," katanya saat dikonfirmasi.

    Meski sebelumnya sudah mengganggarkan, pada rapat koordinasi KONI ini belum terungkap berapa besar dana yang dibutuhkan untuk PON Remaja. Jika berkaca pada PON Remaja sebelumnya di Surabaya, anggaran yang dibutuhkan lebih dari Rp50 miliar. Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan ada 16 cabang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.