Nama Harum Sumatera Utara dari Seorang Juru Pijat

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dia dan timnya sukses menundukkan Kalimantan Timur dengan skor 27-20.

    Dia dan timnya sukses menundukkan Kalimantan Timur dengan skor 27-20.

    INFO PEPARNAS - Kehilangan penglihatan tak menghentikan langkah Sayfriandi meraih cita-cita. Pria yang akrab disapa Andi ini justru makin bertekad untuk menunjukkan kepada masyarakat Sumatera Utara bahwa dia mampu mengharumkan tanah kelahirannya lewat olahraga.

    Andi kehilangan indera penglihatan pada usia dua tahun. Saat itu, dirinya terserang campak. Memasuki usia praremaja, sempat membuatnya minder menjadi seorang tunanetra. Kepercayaan dirinya pun sempat runtuh.

    Beranjak dewasa, Andi mulai menekuni profesi juru pijat. Selama dua belas tahun dia menjalani pekerjaan itu.

    "Di lingkungan saya, orang-orang tahunya saya juru pijat. Dengan berangkatnya saya ikut Peparnas, saya akan tunjukkan kepada orang-orang, walaupun saya ada kekurangan, kami pasti bisa meraih apa yang kami inginkan dan cita-citakan," kata Andi.

    Pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV 2016 Jawa Barat, Andi memperkuat tim goalball Sumatera Utara. Bersama timnya, dia sukses menundukkan Kalimantan Timur dengan skor 27-20 di Graha Laga Tangkas Sport Center, Arcamanik, Kota Bandung, Rabu, 19 Oktober 2016.

    Perkenalannya dengan dunia olahraga, diakui Andi, sedikit banyak berpengaruh terhadap kepercayaan dirinya. Sebelum aktif di goalball, anak kedua dari empat bersaudara ini adalah atlet tolak peluru tingkat daerah pada 2008-2012.

    "Saya terjun ke olahraga goalball karena ingin mencoba rasanya bermain dengan tim. Kalau atletik kan individu. Saya ingin coba suasana bermain dalam tim," ujar Andi yang baru mendalami goalball sejak satu tahun lalu.

    Saat pertama kali berlatih, Andi mengasah kepekaannya terhadap bunyi jatuhnya bola. Ini merupakan hal yang paling mendasar yang mesti dipelajari dalam goalball. "Itulah yang harus kami fokuskan pertama kali dan konsentrasi di mana bola tersebut bersuara. Dari suara tersebut, kami bisa membaca arah bola itu ke kanan atau kiri. Semua tergantung konsentrasi dan fokus," tuturnya.

    Andi mengaku tubuhnya terasa lebih sehat setelah rutin ber-goalball. Dia berlatih selama 2,5 jam per hari di lapangan. Latihan fisik yang dijalaninya, sama seperti atlet biasa, seperti push-up, jogging, angkat beban, dan sebagainya.

    Meski lelah, Andi amat bersyukur kegiatannya di goalball didukung keluarga dan teman-temannya. "Alhamdulillaah, rumah saya dekat dengan tempat latihan. Saya berangkat diantar adik dan pulang diantar teman-teman," ucapnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.