Pemerintah Kebut Infrastruktur Asian Games

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deretan bangku rusak pada tribun penonton Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, 10 Oktober 2015. Untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018, pemerintah harus merogoh dana sebesar Rp 856 milyar untuk merenovasi dan memperbaiki semua arena cabang olahraga yang ada di GBK. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Deretan bangku rusak pada tribun penonton Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, 10 Oktober 2015. Untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018, pemerintah harus merogoh dana sebesar Rp 856 milyar untuk merenovasi dan memperbaiki semua arena cabang olahraga yang ada di GBK. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono optimistis proyek rehabilitasi venue-venue di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan dan pembangunan Wisma Atlet Kemayoran akan selesai tepat waktu pada Oktober 2017.

    Berdasarkan data dari Satuan Tugas Infrastruktur Asian Games XVIII Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), per 17 November 2016, pekerjaan fisik rehabilitasi stadion renang telah mencapai 10,26 persen dari rencana 10,21 persen.

    Rehabilitasi Istora Gelora Bung Karno (GBK) progres pekerjaan fisiknya telah mencapai 5,16 persen dari rencana 4,6 persen, pembangunan fasilitas latihan realisasinya mencapai 0,64 persen dari rencana 0,34 persen.

    BacaPemerintah Ingin Persiapan Asian Games Rampung 2017

    Selain itu pekerjaan konstruksi terbesar yakni rehabilitasi lapangan di Stadion Utama GBK saat ini progresnya telah mencapai 4,32 persen dari rencana 4,57 persen. Rehabilitasi Lapangan Hoki, Panahan, Sepakbola A/B/C realisasinya telah mencapai 22 persen dari rencana 24,8 persen. Tenis Indoor dan Center Court realisasinya 11,01 persen dari rencana 15,65 persen.

    Untuk penataan kawasan GBK, pekerjaan fisik akan dilakukan pada awal 2017. Penataan kawasan GBK dilakukan untuk menciptakan kualitas ruang luar bangunan venue yang lebih baik namun dapat menyatu dengan bangunannya. Perbaikan juga dilakukan terhadap sarana dan prasarana luar bangunan seperti gerbang, loket, pedestrian, parkir, pagar, tempat duduk, toilet. Kemudian penanda kawasan, food court, playground, outdoor gym dan sampah.

    “Sementara kalau progres konstruksi Wisma Atlet Kemayoran Blok C-2 realisasinya 28,9 persen dari rencana 27,8 persen, dan Blok D-10 realisasinya 32,7 persen dari rencana 31,6 persen,” ungkap Basoeki.

    BacaAsian Games 2018, Indonesia Targetkan Raih 20 Emas

    Adapun Perencanaan penataan kawasan Wisma Atlet Kemayoran dalam tahap penyusunan dokumen pra-rancangan. Dokumen masterplan dan DED kawasan direncanakan selesai pada awal Desember 2016 dan pekerjaan fisik penataan kawasan Wisma Atlet Kemayoran akan dilakukan pada awal 2017.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.