Praveen/Debby Tekuk Tontowi/Liliyana di Final Super Series  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Praveen Jordan (kanan) berselebrasi dengan Debby Susanto usai memenangkan final Ganda Campuran All England 2016 di Birmingham, Inggris, 13 Maret 2016. Praveen/Debby berhasil mengalahkan pasangan rangking pertama dunia, Zhao/Zhan di semifinal. Action Images via Reuters/Andrew Boyers

    Praveen Jordan (kanan) berselebrasi dengan Debby Susanto usai memenangkan final Ganda Campuran All England 2016 di Birmingham, Inggris, 13 Maret 2016. Praveen/Debby berhasil mengalahkan pasangan rangking pertama dunia, Zhao/Zhan di semifinal. Action Images via Reuters/Andrew Boyers

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, berhasil menaklukkan senior mereka, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, dengan skor 21-11, 21-12 di penyisihan Grup A turnamen Final Super Series 2016 yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab.

    "Kami sudah sering berlatih bersama dan beberapa kali bertemu dalam turnamen internasional. Kami mempelajari kekurangan kami yang muncul dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya," kata Praveen di situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Rabu, 14 Desember 2016.

    Kemenangan Praveen/Debby atas senior mereka yang sering disapa Owi/Butet itu merupakan kemenangan pertama setelah empat kali kalah sejak 2015.

    Praveen/Debby mengaku lebih percaya diri mengikuti turnamen yang berlangsung 14-18 Desember itu setelah menang atas senior mereka. "Tapi kami tidak ingin percaya diri berlebihan sehingga lengah dalam pertandingan berikutnya. Kami harus lolos babak penyisihan grup," ucap Debby.

    Pada laga kedua, Praveen/Debby akan menghadapi pasangan unggulan pertama asal Korea Selatan, Ko Sung-hyun/Kim Ha-na, yang punya catatan keunggulan 4-3 atas Praveen/Debby.

    "Kami pernah menang dan pernah kalah, baik saat melawan Ko/Kim maupun pasangan Denmark, Nielsen/Pedersen. Kami harus bermain fokus dan tetap tenang sehingga dapat mengurangi kesalahan-kesalahan sendiri," ujar Debby.

    Sedangkan Butet mengutip kekhawatiran mengenai cedera kaki sebagai latar belakang kekalahannya dari pasangan ganda campuran juniornya.

    "Shuttlecock di sini punya tipe lebih stabil. Saya juga kesulitan menyesuaikan cara bermain dengan shuttlecock di sini, sehingga permainan berjalan lebih alot," tutur Butet.

    Pada pertandingan kedua penyisihan Grup A, Owi/Butet akan menghadapi pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.