Angelique Kerber Tersingkir di Sydney International  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Angelique Kerber mengembalikan bola saat bertanding melawan petenis Johanna Konta dalam semifinal Piala Australia Terbuka di Melbourne Park, Australia, 28 Januari 2016. AP Photo

    Petenis Angelique Kerber mengembalikan bola saat bertanding melawan petenis Johanna Konta dalam semifinal Piala Australia Terbuka di Melbourne Park, Australia, 28 Januari 2016. AP Photo

    TEMPO.CO, Sydney - Petenis peringkat pertama dunia, Angelique Kerber, harus mengemasi kopernya lebih dulu dalam Turnamen Sydney Internasional. Dia gagal melangkah ke perempat final setelah disingkirkan petenis asal Rusia, Daria Kasatkina kemarin.

    Petenis asal Jerman itu tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah berjuang selama 90 menit. Dia takluk dari Kasatkina dengan 7-6 (2), 6-2 dalam pertandingan yang digelar di Ken Rosewall Arena. "Pertandingan pertama tahun ini selalu sulit, dan saya masih belum menemukan irama. Saya membuat banyak kesalahan," kata Kerber seusai pertandingan, kemarin.

    Menurutnya, tak mudah melupakan kekalahan dalam pertandingan secepat itu. Apalagi lawannya saat itu adalah petenis berusia 18 tahun yang peringkatnya baru meroket pada 2016 dengan menempati posisi ke-24. Kekalahan Kerber ini menyusul tersingkirnya petenis unggulan lain, yakni unggulan ketiga Dominika Cibulkova dan unggulan kelima Svetlana Kuznetsova.

    Kasatkina selanjutnya akan menghadapi unggulan keenam Johanna Konta dalam perempat final. Konta dengan mudah menyisihkan petenis tuan rumah kelahiran Rusia, Daria Gavrilova, dalam pertarungan dua set langsung 6-1, 6-3 selama 81 menit. "Dia salah satu pemain yang berjuang dengan baik dalam turnamen ini," kata Konta.

    Sementara petenis yang menggunakan fasilitas Wild Card, Eugene Bouchard, turut lolos ke perempatfinal. Dia membuat kejutan dengan menyisihkan Cibulkova dengan 6-4, 6-3, dalam waktu satu jam 40 menit. Permainan Bouchard semakin matang setelah dia rujuk kembali dengan pelatih lamanya, Thomas Hogstedt.

    Bagi Bouchard, kemenangan ini semakin mengukuhkan dominasinya terhadap Cibulkova dengan unggul kemenangan 4-1. Setiap kali menghadapi Cibulkova, Bouchard mengakui harus menghadapi perlawanan yang terberat dan benar-benar sulit. “Saya harus mempersiapkan mental untuk menghadapinya," kata Bouchard.

    Setelah menyisihkan Cibulkova yang memenangkan gelar terbesar dalam kariernya dalam Final WTA pada Oktober lalu, Bouchard akan menantang Anastasia Pavlyuchenkova di babak delapan besar. Pavlyuchenkova juga membuat kejutan dengan menyingkirkan juara bertahan Svetlana Kuznetsova dengan 7-5, 6-3.

    "Dia (Pavlyuchenkova) layak mencapai perempat final,” kata Bouchard. "Saya tidak berpikir saya pernah menghadapinya. Namun selalu menyenangkan untuk bermain dengan petenis baru."

    Sementara mantan petenis nomor satu dunia, Caroline Wozniacki, berhasil lolos ke perempat final setelah berjuang keras menundukkan perlawanan Yulia Putintseva dengan 6-0, 7-5. Wozniacki yang kini menduduki peringkat 10 dunia itu selanjutnya akan menghadapi Barbora Strycova yang sukses menyisihkan unggulan kesembilan Roberta Vinci dengan 6-2, 6-3.

    Wozniacki optimistis akan memenangi laga selanjutnya. Dia selalu memenangkan pertandingan melawan Strycova. “Ini akan menjadi salah satu pertarungan yang sulit. Dia mempunyai pukulan yang baik dan gesit. Sulit menghadapinya,” kata Wozniacki.

    REUTERS| ABC| DAILYMAIL| ANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?