Rabu, 23 Mei 2018

Sunderland dan Stephane Peterhansel Juara Reli Dakar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap reli asal Peranics, Stephane Peterhansel dan Copilot Jean Paul mengendarai mobil Peugeotnya saat berlaga di putaran kelima Rally Dakar di Bolivia, 6 Januari 2017.  REUTERS

    Pembalap reli asal Peranics, Stephane Peterhansel dan Copilot Jean Paul mengendarai mobil Peugeotnya saat berlaga di putaran kelima Rally Dakar di Bolivia, 6 Januari 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pereli sepeda motor Sam Sunderland menjadi orang Britania pertama yang memenangi Reli Dakar pada semua kategori pada Sabtu, 14 Januari 2017. Sedangkan veteran asal Prancis, Stephane Peterhansel, memenangi mahkota kategori mobil untuk gelar ke-13 sepanjang kariernya.

    Sunderland, yang berdomisili di Inggris, dengan mengendarai KTM, mengalahkan rekan setimnya asal Austria, Mattjias Walkner, dengan keunggulan 32 angka setelah stage kompetitif final sepanjang 64 kilometer di Rio Cuarto, Argentina, sebelum melaju sepanjang 700 kilometer ke finis resmi dan podium di Buenos Aires.

    Menurut Reuters, pemenang kategori sepeda motor tahun lalu, Toby Price asal Australia, mengundurkan diri karena mengalami patah kaki pada stage keempat. Sunderland mengundurkan diri karena masalah-masalah mekanis dalam dua upaya sebelumnya, yakni pada 2012 dan 2014.

    Juara bertahan Peterhansel, yang memenangi Reli Dakar sebanyak enam kali dengan sepeda motor dan kini tujuh kali dengan mobil, menaklukkan rekan setimnya di Peugeot sekaligus kompatriotnya, Sebastien Loeb, dengan keunggulan lima menit. Cyril Despres melengkapi posisi satu-dua-tiga untuk pabrikan Prancis itu.

    Reli tahun ini diawali di Paraguay dan melaju melalui Bolivia sebelum finis di Argentina.

    Reli Dakar dimulai pada 1978 sebagai reli melelahkan dari Paris melintasi Sahara sampai Ibu Kota Senegal, tapi dipindah ke Amerika Selatan pada 2009 karena alasan-alasan keamanan.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.