Tengah Menanjak, Pliskova Incar Gelar Juara di Wimbledon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis dunia putri asal Rep Ceko Karolina Pliskova bergembira usai meraih poin saat bertanding melawan petenis asal Kroasia, Kroasia Mirjana Lucic-Baroni dalam Perempat Final Turnamen Tenis Asutralia Terbuka di Melbourne, Australia, 25 Januari 2017. REUTERS

    Petenis dunia putri asal Rep Ceko Karolina Pliskova bergembira usai meraih poin saat bertanding melawan petenis asal Kroasia, Kroasia Mirjana Lucic-Baroni dalam Perempat Final Turnamen Tenis Asutralia Terbuka di Melbourne, Australia, 25 Januari 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Karolina Pliskova sedang dalam tren positif. Mimpinya untuk merebut gelar Grand Slam pada musim ini semakin terbuka. Petenis peringkat ketiga dunia itu mulai merintis dengan menjuarai Turnamen Qatar Terbuka pekan lalu.

    Selanjutnya, dia berburu gelar berikutnya di Dubai Duty Free Tennis Championships pada pekan ini. Petenis unggulan kedua ini mendapat bye di babak pertama sehingga baru tampil di babak kedua. Dalam laga perdananya di Dubai, Pliskova akan menerima tantangan Kristina Mladenovic yang lolos di babak pertama.

    Pliskova mengatakan dalam kondisi prima untuk tampil di Dubai. “Fisik dan mental saya sudah siap bertanding lagi,” kata Pliskova, yang pekan lalu mengangkat trofi Qatar Terbuka, setelah mengalahkan Caroline Wozniacki di final.

    Menurut dia, perjalanan musim ini cukup bagus bagi dirinya untuk bisa menduduki peringkat pertama jajaran petenis putri dunia dan meraih gelar Grand Slam. Dari empat turnamen Grand Slam, Pliskova mengatakan, peluang terbesarnya untuk merebut gelar adalah di lapangan keras atau lapangan rumput Wimbledon. “Jadi pasti Prancis Terbuka akan menjadi yang terakhir.”

    Petenis Republik Cek berusia 24 tahun itu berharap bisa meraih juara di Wimbledon dan Amerika Serikat Terbuka pada tahun ini. Wimbledon menjadi tujuan paling dekat, menurut Pliskova, karena dia kini mempunyai pelatih yang telah sukses membawa anak asuhnya merebut gelar Wimbledon dua kali. “Saya telah memiliki pelatih yang bisa membantu mewujudkan impian,” kata dia.

    Pliskova kini berada di bawah asuhan David Kotyza, yang sukses melatih Petra Kvitova dalam merebut gelar Wimbledon pada 2011 dan 2014. Dia berharap bisa mengikuti jejak Kvitova pada tahun ini. “Jika tidak tahun ini, saya masih berpikir punya peluang bagus beberapa tahun mendatang.”

    Sayangnya, prestasi Pliskova di Wimbledon dalam empat tahun terakhir tak menunjukkan kemajuan. Ia hampir selalu tersingkir di babak kedua, meskipun telah memenangi gelar WTA pertamanya sejak 2013 dan berada di 10 besar dunia sejak 2015. Terakhir, Pliskova kandas di babak kedua oleh petenis Jepang Misaki Doi pada tahun lalu.

    Dia kemudian memutuskan untuk menggaet Kotyza sebagai pelatihnya yang baru. Rupanya, hasil itu sudah mulai terlihat sejak awal musim ini. Setelah menjuarai turnamen di Brisbane bulan lalu, dia merebut gelar juara Qatar Terbuka pekan lalu. Pliskova juga untuk pertama kalinya mengalahkan Wozniacki pada laga final Sabtu lalu, setelah tiga kali tak pernah menang dalam pertemuan sebelumnya.

    “Ya, pasti permainan saya telah berkembang,” kata Pliskova. “Sekarang saya telah mengalahkan pemain yang dulu saya tidak pernah bisa mengalahkan.”

    TELEGRAPH | DUBAITENNIS | WTATOUR | NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.