Tercepat dalam Uji Coba MotoGP Qatar, Vinales Belum Puas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap MotoGP dari tim Yamaha, Maverick Viales. (motogp.com)

    Pembalap MotoGP dari tim Yamaha, Maverick Viales. (motogp.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap tim Movistar Yamaha, Maverick Vinales, merasa belum puas meskipun berhasil merajai uji coba MotoGP terakhir musim ini di Sirkuit Losail, Qatar. Dia menilai motor Yamaha YZR-M1 tunggangannya masih belum mencapai batas kemampuannya dan bisa lebih cepat.

    Vinales mengaku cukup senang dengan hasil uji coba di Qatar itu. Dia berhasil menjadi pembalap tercepat dengan catatan waktu 1 menit 54,330 detik. Dia ditempel ketat oleh pembalap tim Ducati, Andrea Dovizioso, yang catatan waktu tercepatnya hanya terpaut 0,071 detik saja.

    Baca: Vinales Rajai Uji Coba MotoGP Qatar, Rossi Khawatir

    "Saya sangat bahagia, kami membuat langkah selanjutanya dengan motor ini dan saya merasa sangat nyaman, bahkan pada kecepatan lomba kami cukup bahagia. Saya merasa kami bisa meningkatkan bagian elektroniknya dan bisa memangkas sepersekian detik lagi, jadi kami masih memiliki ruang untuk berkembang," ujarnya.

    "Tentu kami belum mencapai batas kemampuan motor ini, jadi kami masih bisa sedikit mendorong lagi. Jika kami melakukan hal yang sama pada balapan pertama nanti seperti apa yang kami lakukan saat uji coba, kami yakin bisa berjuang untuk menjadi juara."

    Baca juga: MotoGP: Tampilan Vinales Kian Mengancam, Rossi Ikut Diuntungkan

    "Kami memiliki paket yang sangat baik dan saya merasa sangat baik dengan motor ini. Saya mendapatkan kebugaran yang sangat baik, saya merasa nyaman," ujarnya melanjutkan.

    Hasil itu membuat Vinales menyapu bersih sesi uji coba musim dingin MotoGP 2017. Sebelumnya, pembalap muda asal Spanyol tersebut juga menjadi pembalap tercepat pada uji coba di Sirkuit Sepang, Malaysia; dan Sirkuit Phillip Island, Australia.

    MOTOGP | FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.