Pelita Jaya Pastikan Diri Juara Divisi Putih IBL 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebasket Pelita Jaya EMP Tri Hartanto (kedua kiri) berebut bola dengan pebasket CLS Knights Surabaya Jamarr Andre Johnson (kiri) pada pertandingan babak final Indonesia Basketball League (IBL) Game 1 Tahun 2016 di Britama Arena Mahaka Square, Jakarta, 26 Mei 2016. ANTARA FOTO

    Pebasket Pelita Jaya EMP Tri Hartanto (kedua kiri) berebut bola dengan pebasket CLS Knights Surabaya Jamarr Andre Johnson (kiri) pada pertandingan babak final Indonesia Basketball League (IBL) Game 1 Tahun 2016 di Britama Arena Mahaka Square, Jakarta, 26 Mei 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelita Jaya EMP Jakarta memastikan diri menjadi juara Divisi Putih Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2017 setelah mengalahkan Pacific Caesar Surabaya dengan skor 70-61 pada lanjutan Seri VIII.

    Dipantau dari laman IBL, dalam laga di GOR C-Tra Arena, Bandung, Jawa Barat, Minggu, pemain asing Martavious Irving menjadi bintang di Pelita Jaya dengan menorehkan 23 poin, enam rebound, dan dua assist.

    Sementara di kubu Pacific Caesar, Kevin Loiselle menjadi bintang dengan membuat 18 poin, 19 rebound dan empat assist.

    Kemenangan itu membuat Pelita Jaya, sebagai juara divisi, berhak melangkah langsung ke babak empat besar atau "final four".

    Anak-anak asuh Johanis Winar akan menghadapi pemenang antara peringkat kedua Divisi Putih W88.News Aspac Jakarta dan peringkat ketiga divisi yang sama, Pacific Caesar Surabaya pada 7-10 April 2017 yang diselenggarakan di GOR C-Tra Arena, Bandung.

    Pada laga melawan Pacific, Pelita Jaya tidak bisa memainkan center asint andalan mereka Kore White karena sanksi "rejected" yang diterima pada laga melawan Hangtuah Sumsel, Sabtu (18/3).

    Sanksi itu adalah larangan bertanding selama dua pertandingan. Artinya White tidak bisa bertanding pada laga pertama empat besar.

    "Kami belajar banyak dari laga hari ini. Semoga bisa juga melewati laga berikutnya yang masih tanpa White," ujar Kapten Pelita Jaya, Ponsianus Nyoman Indrawan.

    Sementara Pacific Caesar menyesal tidak bisa memanfaatkan ketiadaan White. Menurut pelatih Pacific, Bisih, timnya terlalu banyak bermain individual.

    Dia mengeluhkan Kevin Loiselle yang selalu berusaha menerobos pertahanan lawan sendirian walau pemain Pacific lain terbuka untuk menembak tiga angka.

    "Kami bermain jelek, terutama saat menyerang. Tidak percaya pada teman sendiri," tutur Bisih.

    Sebelumnya, Satria Muda juga sudah memastikan diri jadi juara divisi merah. (baca di sini)

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.