Cabang Olahraga Asian Games Tinggal 36, Ini Kata Erick Thohir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir, datang ke Balai Kota untuk menemui Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam membicarakan persiapan dan kesiapan Jakarta menghadapi Asian Games. TEMPO/Bagus Prasetiyo

    Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir, datang ke Balai Kota untuk menemui Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam membicarakan persiapan dan kesiapan Jakarta menghadapi Asian Games. TEMPO/Bagus Prasetiyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Erick Thohir, menyampaikan bahwa pihak penyelenggara Asian Games 2018 sudah mulai melakukan kalkulasi agar penyelenggaraan Asian Games 2018 bisa berjalan efektif. Menurutnya, pengurangan cabang olahraga krusial untuk mengefesiensikan biaya penyelenggaraan yang dipatok minimal Rp 4,5 triliun hingga Rp 8,7 triliun

    "Karena jadinya 36 cabang olahraga, bisa lebih efisien dalam hal atlet dan staf," ujar Erick saat dicegat di kantor KOI, Sabtu, 25 Maret 2017.

    Diberitakan sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla telah menyampaikan bahwa cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018 dikurangi. Dari yang sebelum 42 dan akan dikurangi jadi 38, ternyata berakhir di angka 36.

    Erick menyampaikan, pengurangan cabang olahraga hingga ke angka 36 tersebut otomatis akan mengurangi jumlah atlet dan official hingga 2.500 orang. Dengan kata lain, dana yang akan dikeluarkan pun jadi tidak sebanyak sebelumnya.

    Di sisi lain, kata Erick, juga mengurangi beban dalam hal IT dan Broadcasting. Ia berkata, sekarang pihaknya tidak perlu lagi harus memastikan ada tayangan untuk 42 cabang olahraga.
    "Biaya katering untuk atlit dan staf pun juga bisa berkurang," ujar Erick.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.