NBA, Steven Kerr Kembali Dampingi Warriors Setelah Didera Sakit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Golden State Warriors, Steve Kerr. (NBA)

    Pelatih Golden State Warriors, Steve Kerr. (NBA)

    TEMPO.CO, Oakland - Pelatih Golden State Warriors Steve Kerr kembali bersama timnya setelah lama didera sakit untuk memimpin timnya mencetak kemenangan ke-14 kali berturut-turut dalam rangkaian playoff setelah dengan garang menggebuk Cleveland Cavaliers 132-113 pada Game Dua Final NBA, Minggu malam waktu setempat atau Senin pagi WIB tadi.

    Sejak April lalu Kerr harus menepi karena sakit pada punggungnya. Dia memang menghadiri rapat-rapat tim namun terpaksa harus menyaksikan hampir semua laga playoff dari ruang ganti saat timnya menyisihkan Portland Trail Blazers, Utah Jazz dan San Antonio Spurs.

    Kembalinya Kerr ke lapangan menjadi misteri sampai beberapa jam sebelum Game Dua digelar.

    "Saya merasa sudah baikan," kata Kerr kepada wartawan setelah Warriors memimpin seri final playoff  2-0 melawan juara bertahan NBA yang merupakan partai final ulangan ketiga yang mempertemukan kedua tim.

    "Beberapa pekan terakhir melewati masa-masa bagus dengan berlatih berlari, sesi film, temu pelatih," kata Kerr.

    Begitu Kerr masuk lapangan, para penggemar Warriors seketika berdiri menghormatinya, untuk kemudian menerima pelukan hangat dari pelatih sementara Tyronn Lue dan bahkan dari forward Cavaliers LeBron James.

    "Ini momen yang indah untuk dia dan penonton, semua orang menunjukkan apresiasinya untuk semua hal yang telah dia lewati," kata guard Warriors Stephen Curry seperti dikutip Reuters. "Saya kira dia kini sudah dalam keadaan yang baik."

    Kerr mulai mengeluh sakit pada punggungnya pada 2015, namun dia masih bisa memimpin Warriors mencetak sukses juara NBA pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.