Novak Djokovic Sentil Kaitan Turnamen Tenis dan Sponsor Rumah Judi, Sebut Pemain Tak Dapat Bagian yang Adil

Reporter

Editor

Nurdin Saleh

Minggu, 24 September 2023 21:08 WIB

Petenis Serbia Novak Djokovic berpose dengan pialannya setelah berhasil memenangkan US Open usai kalahkan Daniil Medvedev di final di Flushing Meadows, New York, 11 September 2023.REUTERS/Mike Segar

TEMPO.CO, Jakarta - Petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic, tak pernah sungkan menyampaikan isi pikirannya meski hal itu akan membuat sejumlah pihak tak nyaman. Pekan ini ia menyoroti hubungan tenis dengan sponsor dari rumah perjudian.

Dalam komentar terbarunya, Djokovic mengkritik cara pengelola turnamen tenis berhubungan dengan rumah judi dan kecilnya nilai yang didapat pemain dari hubungan tersebut.

Saat ini hubungan penyelenggaraan pertandingan tenis dengan rumah taruhan sebagai sponsor memang kian tak terpisahkan. Penyelenggara pertandingan kompetisi profesional non-ATP dan WTA di Inggris dan Amerika juga menjual tayangan pertandingan profesional mereka ke situs taruhan dan mendanai acara mereka dengan pendapatan tersebut.

Hubungan olahraga dan rumah taruhan sudah lama menjadi topik yang kontroversial, karena dinilai membuka peluang pengaturan skor. Para pemain hanya memperoleh penghasilan minimal dari lapangan bisa tergiur untuk mengatur skor.

Hukuman skorsing bagi pemain yang dinyatakan bersalah melakukan pengaturan pertandingan sudah konsisten diberikan. Namun, pelaku baru terus saja muncul.

Advertising
Advertising

Djokovic menilai, uang yang dihasilkan dari perjudian tenis atau dari hubungan penyelenggara turnamen dengan rumah taruhan harusnya mengalir dalam proporsi besar ke para pemain.

“Karena integritas olahraga, kami sebagai pemain tidak diperbolehkan menempelkan logo perusahaan taruhan apa pun pada pakaian kami saat bermain di lapangan dan kami tidak mendapatkan bagian (nilai sponsor) yang adil,” kata Djokovic.

“Ketika mengatakan pembagian yang adil, saya maksudkan adalah 50/50 setidaknya dengan turnamen yang diperbolehkan memiliki sponsor utama dari dunia taruhan."

“Secara pribadi, saya mungkin tidak akan menerima sponsor rumah taruhan, tetapi saya tahu bahwa mungkin 95 persen pemain akan melakukan hal itu."

“Saya akan mendukung hal itu tetapi jika hal itu tidak diperbolehkan, maka apa yang pantas kami dapatkan adalah 50 persen dari bagian yang didapat turnamen tersebut dari kesepakatan sponsorship dengan rumah taruhan."

“Miliaran dolar (dari sponsor rumah judi) beredar setiap minggunya dari turnamen tenis di berbagai tingkatan. Saya rasa, para pemain berada dalam posisi yang sangat dirugikan dalam situasi tersebut. Itu adalah sesuatu yang perlu dibicarakan lebih lanjut."

“Kita perlu meningkatkan kesadaran pemain tentang masalah ini; di area ini para pemain tidak mendapatkan keuntungan sama sekali dan memberikan terlalu banyak nilai mereka, dan ekosistem tenis lainnya jelas mendapat keuntungan dari hal ini dan kami tidak bisa membiarkan hal ini terjadi lagi."

“Ini adalah nilai yang sangat signifikan dan uang harusnya diperoleh para pemain.”

Djokovic meminta otoritas olahraga tenis berlaku pengaturan soal sponsor rumha judi tersebut di tengah masalah terus munculnya dugaan pengaturan skor.

“Saya pikir di situlah fokusnya seharunya, karena menjadi anggota Dewan Pemain ATP selama hampir satu dekade, kapan pun kami membahas masalah ini, yang biasanya muncul dalam diskusi adalah integritas,” kata petenis yang baru meraih gelar grand slam ke-24 ini.

Perjuangan untuk memastikan pemain tak curang, kata Djokovic, perlu didukung. Tapi permainan psikologis yang keliru perlu dihindari, ketika masalah utamanya tak dibicarakan. "Ini yang perlu diwaspadai oleh kami, para pemain.”

Tema yang dilontarkan oleh Djokovic diperkirakan akan sulit dibahas secara terbuka. Para otoritas tenis akan berhati-hati membahas kaitan pengaturan skor dan rumah judi. Uang yang dihasilkan dari sponsor yang terkait dengan perjudian diketahui menyokong pendanaan tenis di luar level tur utama.

Adapun keberanian Djokovic menyuarakan isu sensitif ini tidaklah mengherankan. Petenis ini memang akrab dengan kontroversi sepanjang kariernya.

Ia, misalnya, harus terusir dari Australia Open 2022 dan absen di US Open tahun sama karena menolak divaksin Covid-19. Pada turnamen Prancis Terbuka tahun ini ia juga mambawa isu politik ke lapangan.

Seusai tampil di salah satu pertandingan grand slam Prancis Terbuka tersebut Djokovic sempat menulis “Kosovo adalah jantung Serbia” di lensa kamera TV di tepi lapangan. Sontak ulahnya mendapat banyak sorotan karena pada saat sama tengah terjadi ketegangan etnis yang meningkat di Balkan.

TENNIS365 | EXPRESS

Pilihan Editor: Klasemen Perolehan Medali Asian Games 2023: Hari Pertama, Indonesia di Peringakt 8

Berita terkait

Tampil Lagi setelah Cedera, Rafael Nadal Kandas di Babak Kedua Barcelona Open 2024

21 hari lalu

Tampil Lagi setelah Cedera, Rafael Nadal Kandas di Babak Kedua Barcelona Open 2024

Rafael Nadal menelan kekalahan pertamanya setelah kembali bermain tenis akibat cedera. Ia taklukdari Alex de Minaur pada babak kedua Barcelona Open.

Baca Selengkapnya

Tampil Kembali di Barcelona Open, Rafael Nadal Ingin Nikmati Setiap Momen

23 hari lalu

Tampil Kembali di Barcelona Open, Rafael Nadal Ingin Nikmati Setiap Momen

Bintang tenis asal Spanyol, Rafael Nadal, mengatakan bahwa dapat kembali beraksi di Barcelona Open seperti mendapat hadiah.

Baca Selengkapnya

Mengenal Danielle Collins, Petenis Amerika yang Merebut Gelar Juara Dua Kali Berturut-turut

29 hari lalu

Mengenal Danielle Collins, Petenis Amerika yang Merebut Gelar Juara Dua Kali Berturut-turut

Petenis Amerika Danielle Collins kembali mengangkat trofi mendapat gelar kedua menjuarai Charleston Open

Baca Selengkapnya

Petenis Danielle Collins Juarai Charleston Open, Raih Gelar Kedua Berturut-turut

31 hari lalu

Petenis Danielle Collins Juarai Charleston Open, Raih Gelar Kedua Berturut-turut

Petenis Amerika Danielle Collins memenangi pertandingan ke-13 berturut-turut dan gelar kedua berturut-turut dengan menjuarai Charleston Open.

Baca Selengkapnya

Resmi Berpisah dengan Miyu Kato, Aldila Sutjiadi Bakal Punya Tandem Baru Asal Amerika Serikat

37 hari lalu

Resmi Berpisah dengan Miyu Kato, Aldila Sutjiadi Bakal Punya Tandem Baru Asal Amerika Serikat

Perjalanan Aldila Sutjiadi dan Miyu Kato ditutup dengan kekalahan di Charleston Open 2024.

Baca Selengkapnya

Novak Djokovic Jadi Petenis Peringkat 1 Dunia Tertua Sepanjang Sejarah, Pecahkan Rekor Roger Federer

38 hari lalu

Novak Djokovic Jadi Petenis Peringkat 1 Dunia Tertua Sepanjang Sejarah, Pecahkan Rekor Roger Federer

Novak Djokovic akan melampaui Roger Federer pada hari Minggu, saat berusia 36 tahun 321 hari.

Baca Selengkapnya

Aldila Sutjiadi dan Miyu Kato Target Juara di Charleston Open 2024

38 hari lalu

Aldila Sutjiadi dan Miyu Kato Target Juara di Charleston Open 2024

Petenis putri Indonesia Aldila Sutjiadi siap kembali berlaga di turnamen WTA 500 Charleston Open, South Carolina, Amerika Serikat.

Baca Selengkapnya

Danielle Collins Juarai Miami Open 2024, Torehkan Rekor dan Raih Pencapaian Tertinggi

39 hari lalu

Danielle Collins Juarai Miami Open 2024, Torehkan Rekor dan Raih Pencapaian Tertinggi

Petenis Amerika Serikat, Danielle Collins, berhasil menjuarai Miami Open 2024, dengan mengalahkan Elena Rybakina.

Baca Selengkapnya

Mengenal Mantan Pelatih Novak Djokovic, Goran Ivanisevic

41 hari lalu

Mengenal Mantan Pelatih Novak Djokovic, Goran Ivanisevic

Novak Djokovic mengumumkan perpisahannya dengan pelatih Goran Ivanisevic setelah kerja sama selama 5 tahun

Baca Selengkapnya

Berpisah dengan Sang Pelatih Goran Ivanisevic, Novak Djokovic Tulis Pesan Mengharukan di Instagram Miliknya

42 hari lalu

Berpisah dengan Sang Pelatih Goran Ivanisevic, Novak Djokovic Tulis Pesan Mengharukan di Instagram Miliknya

Novak Djokovic mengumumkan perpisahannya dengan sang pelatih Goran Ivanisevic lewat unggahan di Instagram miliknya pada Rabu, 27 Maret 2024.

Baca Selengkapnya