Minggu, 18 November 2018

Lifter Putri, Widari, Raih 3 Emas Kejuaraan Dunia Angkat Berat

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • LIfter angkat berat, Widari, bersama manajer tim Yanto Arifin usai memenangi emas dalam Kejuaraan Dunia Angkat Berat 2017 di Pilsen, Republik Cek. (PABBSI)

    LIfter angkat berat, Widari, bersama manajer tim Yanto Arifin usai memenangi emas dalam Kejuaraan Dunia Angkat Berat 2017 di Pilsen, Republik Cek. (PABBSI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Lifter putri Widari memborong tiga medali emas pada Kejuaraan Dunia Angkat Berat di Pilsen, Republik Cek, 13-18 November dan hal tersebut mewarnai debut gemilang atlet asal Kalimantan Timur yang turun di kelas 47 itu.

    Berdasarkan data dari PB PABBSI di Jakarta, Rabu, emas pertama Widari dari jenis angkatan bench press dengan total angkatan 135 kg. Berikutnya dari angkatan dead lift dengan angkatan 180 kg dan yang terakhir dari total angkatan yang menembus angka 475 kg.

    Total angkatan sendiri merupakan gabungan dari angkatan bench press, dead lift dan squat. Hanya saja, khusus angkatan squat Widari harus puas menempati posisi ketiga dengan angkatan 160 kg dan berhak mendapatkan medali perunggu pada kejuaraan bergengsi ini.

    Baca: Asian Games 2018 di Palembang, Tiket LRT Digratiskan

    Untuk medali perak direbut lifter asal Jepang, Fukushima dengan total angkatan 472,5 kg. Sedangkan medali perunggu direbut oleh lifter asal Rusia, Sitdikova dengan total angkatan 440 kg.

    Selain Widari, lifter Indonesia yang sukses meraih medali perak adalah Imas Kartika di kelas 52 kg untuk angkatan dead lift 185 kg, sedangkan lifter putra Dony Meiyanto meraih perak kelas -74 kg angkatan dead lift dan perunggu angkatan squat.

    Manajer tim Indonesia, Yanto Arifin mengaku bangga dengan pencapaian Widari meski lifter tersebut baru pertama kali turun di kejuaraan dunia. Pihaknya berharap PB PABBSI memberikan apresiasi kepada atlet tersebut.

    Baca: Asian Games 2018: Nomor Baru Cabang Menembak Diuji Coba

    "Widari adalah pendatang baru. Sejak awal saya sudah memprediksi dia akan mampu membuat kejutan. Saya sangat berterima kasih kepada ketua umum yang sangat peduli dengan angkat berat sehingga bisa memberangkatkan kami ke kejuaraan dunia ini," katanya.

    Pihaknya mengakui jika angkat berat memang belum sepopuler angkat besi. Meski demikian nomor ini sudah masuk world games dan Indonesia berpeluang bersaing pada kejuaraan tersebut.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.