Mobil Ferrari yang Antar Schumacher Juara F1 Dilelang Rp 101,3 M

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat mobil Ferrari pembalap asal Jerman Michael Schumacher, yang menang pada GP Monaco 2001 dalam acara perayaan ulang tahun Ferrari ke-70 di Rockefeller Plaza, New York, 7 Oktober 2017. AFP PHOTO / Jewel SAMAD

    Pengunjung melihat mobil Ferrari pembalap asal Jerman Michael Schumacher, yang menang pada GP Monaco 2001 dalam acara perayaan ulang tahun Ferrari ke-70 di Rockefeller Plaza, New York, 7 Oktober 2017. AFP PHOTO / Jewel SAMAD

    TEMPO.CO, Jakarta - Mobil Ferrari yang dikendarai Michael Schumacher saat memenangkan Formula 1 (F1) 2001 terjual seharga 7,5 juta dolar AS (sekitar Rp101,3 miliar) dalam sebuah acara lelang barang seni di New York pada Kamis waktu setempat, 17 November 2017.

    Harga jual tersebut mencetak rekor pelelangan untuk mobil Formula Satu di era modern, menurut perusahaan lelang Sotheby's.

    Ferrari F2001 yang dipakai juara dunia tujuh kali pada 2001 tersebut menarik banyak penawaran dan melampaui perkiraan harga sebesar 4-5 juta dolar AS (Rp54-67,5 miliar) pada penjualan untuk barang seni kontemporer dan pascaperang di pelelangan Sotheby’s.

    Sotheby’s menyatakan itu adalah pertama kalinya sebuah mobil langka masuk pelelangan seni dan keputusan tersebut dinilai tepat karena mobil itu diterima dengan baik.

    Mobil merah bermesin besar itu memang bukan karya seni, namun Gregoire Billault, wakil presiden senior Sotheby’s, menyebutnya "mobil balap terbaik yang dijual di pelelangan."

    Schumacher, pembalap legendaris asal Jerman, sudah lama tidak terlihat di depan publik sejak mengalami cedera kepala serius dalam kecelakaan ski pada 2013. Hingga saat ini belum ada yang mengalahkan rekor tujuh gelar dan 91 kemenangan yang dimiliki Schumacher, demikian AFP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.