Australia Open: Pulih dari Cedera, Raonic Tersingkir di Babak I

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 14.1-olah-MilosRaonic

    14.1-olah-MilosRaonic

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan petenis nomor tiga dunia Milos Raonic tersingkir pada putaran pertama turnamen grand slam Australia Open 2018 di Melbourne, Selasa, setelah dikalahkan Lukas Lacko dari Slovakia.

    Bagi Raonic, petenis putra Kanada, kekalahan di putaran pertama tersebut merupakan rekor tersingkir paling awalnya sejak Prancis Open 2011.

    Tampil kembali setelah sepanjang 2017 dilanda masalah cedera, Raonic tidak terlihat maksimal ketika harus mengakui keunggulan pemain peringkat 86 dunia Lacko 6-7(5) 7-5 6-4 7-6(4).

    Baca: Taklukkan Maria, Sharapova Kembali Melenguh di Australia Terbuka

    Raonic pernah mencapai delapan besar pada tiga penampilan terakhrnya di Melbourne, dan mencapai semifinal pda 2016.

    Kemampuannya dalam pukulan servis keras membuatnya dapat tetap bertahan melawan Lacko hingga tie break di set keempat.

    Dengan dua ace tambahan, sehingga tercatat menjadi 36, unggulan 22 Raonic memimpin 4-3, namun ia gagal mengimbangi akurasi pukulan dan mobilitas Lacko, yang pada babak selanjutkan akan menghadapi pemenang atanra petenis Argentina Nicolas Kicker dan Jordan Thompson.

    Baca: Halep Menang, 5 Pemain Incar Posisinya di Australia Terbuka

    "Saya tidak siap untuk situasi ini, jadi saya harus melakukan peninjauan menyeluruh," kata Raonic yang sempat mencapai perempat final Wimbledon tahun lalu, namun absen di AS Terbuka karena cedera.

    Sementara itu pada pertandingan lainnya, juara Australia Open enam kali Novak Djokovic tidak menemui kesulitan untuk menyingkirkan petenis AS Donald Yound 6-1 6-2 6-4. Di lapangan lain, mantan juara Australia Terbuka Stan Wawrinka harus berjuang keras sebelum menang 6-3 6-4 2-6 7-6(2) atas petenis Lithuania, Ricardas Berankis.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.