PBSI Sayangkan Ganda Campuran Tanpa Gelar di All England 2018

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan (kiri) dan Debby Susanto (kanan) mengembalikan kok ke arah lawannya pebulu tangkis Taiwan Lee Yang dan Hsu Ya Ching pada babak pertama kejuaraan All England 2018 BWF World Tour Super 1000 di Birmingham, Inggris, 14 Maret 2018. Praveen dan Debby melaju ke babak kedua setelah menang dua game langsung dengan skor 21-12, 21-19. ANTARA/Handout/Humas PBSI

    Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan (kiri) dan Debby Susanto (kanan) mengembalikan kok ke arah lawannya pebulu tangkis Taiwan Lee Yang dan Hsu Ya Ching pada babak pertama kejuaraan All England 2018 BWF World Tour Super 1000 di Birmingham, Inggris, 14 Maret 2018. Praveen dan Debby melaju ke babak kedua setelah menang dua game langsung dengan skor 21-12, 21-19. ANTARA/Handout/Humas PBSI

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengaku menyayangkan tak ada gelar yang diraih dari nomor ganda campuran, di All England 2018. Tiga wakil Indonesia yang berangkat, harus kandas tanpa mampu menembus semifinal.

     

    "Kami kecewa tidak bisa mendapat gelar dari ganda campuran, karena di samping ganda putra, kami juga berharap dari ganda campuran," kata Sekretaris Jenderal PBSI sekaligus Ketua Kontingen Indonesia di Inggris, Achmad Budiharto, dalam rilis PBSI, Senin, 19 Maret 2018.

     

    Bahkan unggulan pertama Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir harus kandas di babak kedua. Mereka secara mengejutkan harus takluk darii junior mereka di Pelatnas Cipayung, Hafiz Faizal/Gloria Emanuele Widjaja, dalam pertandingan dramatis tiga game.

    Baca: Hadapi Piala Thomas, Ganda Putra Terlalu Bertumpu Marcus/Kevin

    Namun, Hafiz/Gloria gagal melanjutkan kejutan mereka di babak perempat final. Mereka takluk dari pasangan Cina yang menjadi unggulan empat, Zhang Nan/Li Yinhui. Sedangkan pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto juga harus terhenti di babak perempat final. Mereka kalah dari wakil Denmark, Mathias Christiansen/Christinna Pedersen yang menjadi unggulan enam.

     

    Meski kecewa, PBSI cukup senang dengan performa pemain muda seperti Hafiz/Gloria. "Untuk ganda campuran, antara bahagia dan kecewa. Di satu sisi kami bahagia karena pasangan muda pelapis kita, Hafiz/Gloria sudah mulai bisa menunjukkan kelasnya," kata dia.

    Baca: Indonesia di All England, Sejak Tan Joe Hok Hingga Marcus / Kevin

    Indonesia pada akhirnya hanya berhasil meraup satu gelar dari nomor ganda putra, yakni Kevin Sanjaya Sukamulyo/Marcus Fernaldi Gideon. Meski begitu, capaian ini sesuai dengan target awal PBSI, yang hanya menargetkan satu gelar dari ajang World Superseries 1000 itu. 

     

    "Saya kira hasil satu gelar ini bukan hasil yang jelek. Tetapi kita tidak boleh berpuas diri, dengan kerja keras, mudah-mudahan ke depannya dapat hasil yang lebih baik lagi,” kata Budiharto. 

     

    Setelah All England 2018, turnamen terdekat yang akan diikuti para pemain elit adalah Badminton Asia Championships 2018 yang rencananya akan dilangsungkan di Wuhan, Tiongkok, pada 24-29 April 2018.

     

    EGI ADYATAMA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.