Kemenpora Siapkan Hukuman bagi Tim Tak Capai Target Asian Games

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kanan) bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla melihat isi buku tabungan saat pemberian bonus kepada atlet peraih medali di Istana Negara, Jakarta, Minggu, 2 September 2018. Peraih medali emas mendapatkan Rp1,5 miliar yang diberikan dalam bentuk buku tabungan dan ATM Bank Rakyat Indonesia. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kanan) bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla melihat isi buku tabungan saat pemberian bonus kepada atlet peraih medali di Istana Negara, Jakarta, Minggu, 2 September 2018. Peraih medali emas mendapatkan Rp1,5 miliar yang diberikan dalam bentuk buku tabungan dan ATM Bank Rakyat Indonesia. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kementerian Pemuda dan Olahraga atau Kemenpora sedang menyusun aturan mengenai reward and punishment atau hadiah dan hukuman bagi cabang olahraga yang sukses atau gagal memenuhi target dalam Asian Games 2018.

    Baca juga: Menteri Puan Berharap Pembibitan Atlet Terjaga Usai Asian Games

    "Penghargaan dan hukuman untuk cabang olahraga yang tidak berhasil mencapai target pasti ada. Sekarang masih kami godok aturannya," kata Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto di Jakarta, Selasa, 4 September 2018.

    Menurut dia, aturan mengenai penghargaan dan hukuman tersebut diberlakukan dengan tujuan menanamkan kejujuran pada setiap cabang olahraga sekaligus meningkatkan daya juang dalam memenuhi target yang telah ditentukan.

    "Intinya, kami ingin mengajarkan setiap cabang olahraga untuk jujur. Target harus dibuat sesuai dengan kemampuan. Kalau tidak ada reward and punishment, pengurus akan enak saja, padahal sudah ditargetkan sekian emas, nyatanya tidak terpenuhi," ujar Gatot.

    Ia mencontohkan cabang olahraga atletik yang pada awalnya menargetkan satu medali emas dalam Asian Games 2018. Namun, setelah melihat lagi kemampuannya, target tersebut akhirnya diubah.

    "Awalnya, atletik itu menargetkan satu medali emas. Tapi kemudian mereka (pengurus PASI) mengubah targetnya menjadi zero emas. Ternyata benar, dan hasilnya adalah dua perak, satu perunggu," kataGatot.

    Secara keseluruhan, Indonesia menduduki peringkat empat dengan 98 medali di ajang Asian Games 2018. Rinciannya, 31 medali emas, 24 medali perak dan 43 medali perunggu.

    Cabang olahraga yang tidak memenuhi target adalah bridge yang ditargetkan memperoleh dua medali emas, namun hanya mendapatkan empat medali perunggu.

    Cabang olahraga kano juga tidak memenuhi target Asian Games 2018. Dari satu medali emas yang ditargetkan, kano hanya berhasil meraih tiga medali perak dan dua medali perunggu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?