Menuju Olimpiade Tokyo 2020, Panjat Tebing Raih 2 Emas di Cina

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Indonesia, Aries Susanti Rahayu, beraksi pada nomor speed relay putri Asian Games 2018 di Arena Panjat Tebing Jakabaring, Palembang, Senin, 27 Agustus 2018. Peraih dua medali emas ini dijuluki spiderwoman berkat kecepatannya saat memanjat. ANTARA/INASGOC/Rahmad Suryadi

    Atlet Indonesia, Aries Susanti Rahayu, beraksi pada nomor speed relay putri Asian Games 2018 di Arena Panjat Tebing Jakabaring, Palembang, Senin, 27 Agustus 2018. Peraih dua medali emas ini dijuluki spiderwoman berkat kecepatannya saat memanjat. ANTARA/INASGOC/Rahmad Suryadi

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dua atlet panjat tebing nasional Indonesia mengukir prestasi setelah sukses merebut medali emas pada kelas men’s speed dan women’s speed dalam ajang The Belt and Road International Climbing Master Tournament 2018 yang dihelat 9-10 Oktober 2018 di Huaian, China.

    Di nomor men's speed, Indonesia mendominasi babak semifinal dengan menempatkan tiga atlet: Pangerang Septo Wibowo, Sabri, dan Muhammad Hinayah. Sayangnya hanya Septo Wibowo yang melaju ke partai final.

    Di partai puncak, Septo Wibowo mengalahkan atlet Rusia, Rukin Sergei. Dia mencatatkan waktu 6,33 detik di babak final.

    Peringkat ketiga diduduki Sabri yang menorehkan catatan waktu 6,28 detik. Ia melawan Muhammad Hinayah di perebutan juara tiga. Hinayah mencatatkan waktu 6,37 detik.

    Pada nomor women’s speed Indonesia juga mendominasi dengan menempatkan tiga atlet: Aries Susanti Rahayu, Agustina Sari dan Nurul Iqamah.

    Medali emas diraih Aries Susanti Rahayu dengan catatan waktu 7,93 detik. Dia mengalahkan mengalahkan He Cuilian dari China dengan cacatan waktu 8,86 detik di babak final.

    Adapun peringkat tiga diraih oleh Agustina m setelah menorehkan catatan waktu 6,28 detik berbanding 11, 21 detik atas Nurul.

    Kemenangan ini oleh para atlet Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) itu dipersembahkan khusus bagi para korban gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi tengah. Dua emas ini diharapkan mampu menjadi pelipur lara atas bencana alam yang terjadi.

    Pelatih nomor speed Indonesia, Hendra Basir, mengatakan atlet yang berangkat ke China untuk mengikuti kompetisi ini adalah Aspar Jaelolo, Alfian M Fajri, Sabri, Muhammad Hinayah, Veddriq Leonardo, Pangeran Septo Wibowo, Puji Lestari, Aries Susanti Rahayu, Rajiah Sallsabillah, Agustina Sari, dan Nurul Iqamah.

    Ketua Umum PP Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Faisol Riza mengatakan, kompetisi di luar negeri sangat bermanfaat bagi para atlet Indonesia.

    “Olimpiade Jepang itu tahun 2020. Kita tidak punya cukup waktu untuk bersiap. Apalagi, Pemerintah belum menetapkan Pelatnas untuk Olimpiade itu. Nah, kompetisi yang diikuti atlet-atlet kita di luar negeri sangat penting untuk menjaga performa,” ujar dia.

    Cabang panjat tebing sendiri sebenarnya merupakan salah satu tambang emas bagi Indonesia di ajang Asian Games 2018 lalu. Tiga medali emas dipersembahkan oleh atlet Indonesia pada ajang tersebut. Cabang tersebut juga akan diperlombakan di ajang Olimpiade Tokyo 2020 dan diharapkan bisa kembali menyumbangkan medali emas.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?