Penilaian Bambang Nurdiansyah Soal Timnas Indonesia di Piala AFF

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pemain timnas Indonesia, Alfath Fathier saat menjebol gawang Timor Leste dalam laga kedua babak penyisihan grup B Piala AFF 2018 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 13 November 2018. TEMPO/Subekti

    Aksi pemain timnas Indonesia, Alfath Fathier saat menjebol gawang Timor Leste dalam laga kedua babak penyisihan grup B Piala AFF 2018 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 13 November 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Legenda sepak bola Indonesia Bambang Nurdiansyah ikut menyoroti penampilan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Menurut dia, dari dua kali pertandingan organisasi permainan anak asuh Bima Sakti belum rapi.

    Ia menilai para pemain seolah tidak sabar dalam membangun serangan sehingga yang terlihat pola permainan menjadi monoton. Bambang menyatakan para pemain mestinya berupaya membangun serangan sebelum melakukan serangan ke lini pertahanan lawan. "Ketika tidak memungkinkan ke depan jangan dipaksa," Kata dia saat dihubungi Tempo, Rabu, 14 November 2018.

    Baca: Timnas Indonesia Hadapi Thailand, Ada Masalah di Lini Belakang

    Bambang yang pernah memperkuat Indonesia di Piala Dunia U-20 pada 1979 menilai yang dilakukan para pemain di dua laga terakhir terlihat memaksakan serangan. Walhasil, lawan bisa dengan mudah membaca permainan Indonesia. "Tidak ada ritme permainan," kata Bambang.

    Indonesia cukup beruntung lawan kedua yang dihadapi usai Singapura ialah Timor Leste. Pasalnya, menurut dia, lini pertahanan Singapura dinilai lebih baik dari Timor Leste. Menurut Bambang, meraih tiga poin dari Timor Leste sudah wajar diraih Indonesia mengingat, dari sisi kualitas, permainan Hansamu Yama dan rekan-rekan masih berada di atas Timor Leste.

    Baca: Timnas Indonesia Adaptasi Lebih Cepat di Thailand

    Meski demikian, tetap saja ia merasa khawatir saat di babak pertama Indonesia belum sanggup menyarangkan bola ke gawang lawan. "Menang dari Timor Leste itu biasa. Justru yang dikhawatirkan ialah laga berakhir imbang atau sampai tertinggal," ucap Bambang.

    Indonesia sukses mengalahkan Timor Leste 3-1. Meski demikian, tim Garuda harus kebobolan lebih dulu sebelum akhirnya bisa membalikkan keadaan. Di babak pertama Indonesia terlihat kesulitan menembus pertahanan Timor Leste. Pressing ketat dilakukan oleh lawan tak beda seperti saat Indonesia melawan Singapura.

    Baca: Andik Vermansyah Pemain Terbaik Laga Indonesia vs Timor Leste

    Bambang berharap dalam laga Piala AFF berikutnya pelatih bisa mengingatkan para pemain Timnas Indonesia untuk sabar membangun serangan. Ia menilai tidak ada istilah "lama panas" dalam sepak bola. Tim-tim yang berlaga di Piala Dunia, kata dia, tetap fokus menjalankan strategi yang sudah direncanakan kendati harus kemasukan lebih dulu.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.