F1: Red Bull Racing Putus dengan Renault, Beralih ke Honda

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap F1 dari tim Red Bull Daniel Ricciardo ikuti babak kualifikasi dalam F1 GP Bahrain di Bahrain International Circuit di Sakhir, Bahrain, 7 April 2018. (AP Photo/Luca Bruno)

    Pembalap F1 dari tim Red Bull Daniel Ricciardo ikuti babak kualifikasi dalam F1 GP Bahrain di Bahrain International Circuit di Sakhir, Bahrain, 7 April 2018. (AP Photo/Luca Bruno)

    TEMPO.CO, Jakarta - Red Bull dan Renault sebagai pemasok mesin, resmi berpisah pada Minggu usai GP Abu Dhabi yang mengakhiri salah satu kemitraan paling sukses di F1 tersebut.

    Untuk menandai itu, Direktur Utama Renault Sport Racing, Cyril Abiteboul memberi bos Red Bull Christian Horner sebuah mainan berbentuk tupai, yang menyimbolkan julukan Horner si "tupai pemarah," demikian Reuters pada Minggu.

    "Mainan itu ada di tembok pit, saya menghabiskan balapan dengannya. Tupai yang terlihat pemarah," kata Horner.

    Kemitraan yang pernah dominan itu akhir akhir ini diwarnai dengan kekecewaan Red Bull karena di era mesin V6 turbo hybrid, mesin Renault kekurangan tenaga dan tidak tahan banting dibandingkan Mercedes dan Ferrari.

    Red Bull akan membalap dengan mesin Honda musim depan, sedangkan Renault, yang membawa Daniel Ricciardo bersama mereka, akan fokus di tim pabrikan mereka dan Mclaren yang menjadi klien mereka.

    "Ketika satu babak usai, babak yang lain terbuka dan kami sangat menantikan musim 2019," kata Horner.

    Kemitraan Renault dan Red Bull dalam balap F1 telah membawa mereka memenangi 59 balapan dengan 160 podium, 60 pole position, 60 lap tercepat dan delapan juara dunia, empat di antaranya diraih Sebastian Vettel di 2010-2013.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?