Proliga 2019: Aprilia Manganang Bawa Misi Tebus Kekecewaan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aprilia Manganang. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Aprilia Manganang. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pilar tim putri Jakarta PGN Popsivo Polwan, Aprilia Manganang, mengaku tak mau lagi kecewa seperti musim lalu kala gagal membawa Bandung Bank BJB Pakuan sebagai juara Proliga 2018. Kala itu langkah Bank BJB di babal grand final terhenti karena dikalahkan Jakarta Pertamina Energi.

    Baca: Hasil Proliga: Putri Popsivo Tekuk Jakarta Elektrik 

    "Pada Proliga 2019 ini saya punya tekad memperbaiki hasil yang kemarin, kekecewaan yang kemarin, saat masih main dengan Bank BJB," ujar April usai timnya berlaga melawan Jakarta Elektrik PLN di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu, 8 Desember 2018.

    April mengatakan kondisinya saat ini mengarungi kompetisi bersama Popsivo jauh lebih siap. Ia sudah bisa beradaptasi dengan timnya meski mengakui ada beberapa aspek yang perlu dibenahi.

    "Saya rasa kami hanya perlu benahi sektor receive, untuk semuanya seperti kerjasama tim menurut saya sudah bagus," ujarnya.

    Baca: Hasil Proliga: Putra BNI Raih Kemenangan Perdana

    Aprilia sendiri tampil enerjik saat laga perdana Popsivo melawan Jakarta Elektrik. Berkali-kali Aprilia mendulang angka bagi timnya dan membuat selisih poin terpaut jauh.

    Pada Proliga 2018 lalu Pakuan bersama Aprilia harus puas jadi runner-up Proliga 2018. Dalam final di GOR Amongraga, Yogyakarta, Minggu, 15 April 2018, mereka takluk 0-3 dari Jakarta Pertamina Energi.

    Kekalahan itu dinilai tak lepas dari kondisi Aprilia Manganang yang tak maksimal. Sebelumnya, di final four, pemain ini berperan mengantar BJB mengalahkan Pertamina. Tapi, di grand final itu, ia tak kuasa melawan cedera.

    Pelatih Bandung Bank BJB, Octavian, mengakui kondisi Aprilia mempengaruhi timnya. Apalagi, pemain andalan lainnya, Wilda Sugandi, juga cedera. Dalam laga final Proliga itu Aprila Manganang hanya diturunkan 1,5 set saja di babak awal karena terlihat kelelahan.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.