Stadion Jalak Harupat Tidak Maksimal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bandung:Rapat Badan Pengelola Stadion Jalak Harupat Kabupaten Bandung Jum'at (8/2) sore menyimpulkan pada prinsipnya secara teknis lapangan bola Stadion Jalak Harupat tidak bermasalah jika digunakan untuk ajang final Liga Indonesia 2007 pada Minggu (10/2) mendatang. Namun, ada beberapa kelengkapan stadion yang secara teknis tidak akan bisa digunakan secara maksimal karena sedang direnovasi, yakni ruang ganti pakaian pemain dan ruang panitia pelaksana pertandingan."Dari hasil rapat tadi disepakati bahwa Badan Pengelola Stadion Jalak Harupat (BPSJH) hanya akan merekomendasikan hal itu kepada PSSI. Selanjutnya, terserah PSSI ," ujar Rachmat Sudarmadji, salah seorang anggota BPSJH, saat dihubungi Tempo, Jum'at sore (8/2). Rachmat, yang dalam rapat itu mewakili unsur Persikab Kabupaten Bandung, menyatakan rapat BPSJH dilakukan berdasarkan informasi lisan Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia, Joko Driyono, lewat telpon beberapa saat sebelum rapat dimulai sekitar jam 15.00. "Bukan berdasarkan surat resmi dari BLI," katanya. Adapun surat resmi dari BLI, Rahmat melanjutkan, baru diterima BPSJH sekitar jam 17.00 setelah rapat usai. Surat melalui mesin faksimili tersebut terdiri dari tiga buah yakni, surat tentang perubahan jadwal pertandingan final Liga Indonesia 2007, tembusan surat permintaan izin kepada Kepolisian Daerah Jawa Barat, dan surat permintaan izin pengunaan Stadion Jalak Harupat. Rapat BPSJH di Stadion Jalak Harupat tersebut dipimpin Ketua Umum BPSJH Titin R, dan dihadiri sekretaris Mohamad Ruslani, para ketua seksi, dan unsur Persikab. "Pihak luar seperti aparat kepolisian belum diundang," kata Rachmat. "Besok mungkin masih ada rapat lanjutan." Erick Priberkah Hardi

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.