Benarkah Bonus Timnas U-22 Belum Cair? Begini Jawaban Menpora

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah) berfoto dengan pemain Timnas U-22 Indonesia serta ofisial di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 28 Februari 2019. Total bonus yang diterima timnas U-22 bersama pelatih dan ofisial senilai Rp 2,1 miliar. ANTARA/Wahyu Putro A

    Presiden Jokowi (tengah) berfoto dengan pemain Timnas U-22 Indonesia serta ofisial di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 28 Februari 2019. Total bonus yang diterima timnas U-22 bersama pelatih dan ofisial senilai Rp 2,1 miliar. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga membantah bila bonus untuk Timnas U-22 Indonesia yang berlaga di Piala AFF U-22 2019 belum cair. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan uang yang dijanjikan sudah diberikan.

    "Sudah cair sejak mereka di Bali. Ada tanda terimanya kok," ucap Imam di acara Piala Presiden Esports, Jakarta, Selasa, 26 Maret 2019. Sebelum berangkat ke pertandingan kualifikasi Piala Asia U-23 di Vietnam, Timnas U-23 menggelar pemusatan latihan di Bali dan melakukan uji coba melawan klub Bali United.

    Sebelumnya, salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI Refrizal meminta kepada pemerintah agar bonus untuk Timnas U-23 segera dicairkan. Sebab disebut-sebut ia mendapat laporan dari pemain yang belum menerima bonus yang dijanjikan pemerintah.

    Pemerintah melalui Kemenpora menjanjikan Timnas Indonesia U-22 mendapat bonus usai juara Piala AFF U-22. Bonus itu terdiri dari Rp 100 juta untuk pelatih, empat orang asisten pelatih masing-masing Rp 62,5 juta, dan delapan orang official tim masing-masing Rp 32 juta. Lalu 23 pemain masing-masing mendapat Rp 65 juta.

    Menanggapi penampilan Timnas U-23 di laga kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Vietnam, Menpora meminta publik bersikap sportif. Menurut dia, tidak ada atlet yang ingin merasakan kekalahan.

    Ia berharap Egy Maulana Vikri cs bisa terus mendapat dukungan kendati mengalami dua kekalahan dari Thailand dan Vietnam. "Ketika menang dielu-elukan, ketika belum berhasil harus juga didukung penuh," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.