UEFA Selidiki Dinamo Kiev Insiden Rasisme ke Callum Hudson-Odoi

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Chelsea, Callum Hudson-Odoi melakukan selebrasi bersama rekannya Ruben Loftus-Cheek dan Olivier Giroud dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Eropa di Stamford Bridge, London, 8 Maret 2019. REUTERS/Eddie Keogh

    Pemain Chelsea, Callum Hudson-Odoi melakukan selebrasi bersama rekannya Ruben Loftus-Cheek dan Olivier Giroud dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Eropa di Stamford Bridge, London, 8 Maret 2019. REUTERS/Eddie Keogh

    TEMPO.CO, Jakarta - Inspektur UEFA segera melakukan investigasi untuk menanggapi komplain Chelsea lantaran pemainnya, Callum Hudson-Odoi, menjadi korban rasisme pendukung Dinamo Kiev.

    Salah satu tim elit Liga Primer Inggris ini mengatakan kepada media sebagaimana dilansir Live Score, ketua klub Bruce Buck dan staf telah berbicara dengan inspektur pertandingan UEFA pekan lalu mengenai insiden rasisme terhadap pemainnya saat mereka menghadapi tuan rumah tim Ukraina.

    Dalam sebuah pernyataan Chelsea mengatakan, mereka mengharapkan badan sepak bola Eropa itu segera melakukan investigasi mengenai rasisme dalam sepak bola.

    Baca: Montenegro Vs Inggris 1-5, Southgate Bawa Masalah Rasisme ke UEFA

    "Kami telah menerima komplain dari Chelsea, untuk itu kami menunjuk komisi etik dan disiplin guna menyelidiki dugaan rasisme terhadap seorang pemain Callum Hudson-Odoi," bunyi pernyataan UEFA.

    Sebelumnya, Hudson-Odoi mendapatkan perlakuan yang sama ketika memperkuat Inggris melawan Montenegro. Pada pertandingan yang berlangsung di Podgorica tersebut tim Three Lions menundukkan tuan rumah 5-1.

    "Saya dikata-katai monyet oleh mereka," kata Hudson-Odoi. "Seharusnya pertandingan di mana-mana tidak boleh ada diskriminasi," ucapnya ke beIn SPORTS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.