Chelsea Adukan Pelecehan Rasis Fans Dynamo Kiev di Liga Europa

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Chelsea, Callum Hudson-Odoi berselebrasi setelah menjebol gawang Malmo dalam laga babak 32 besar Liga Eropa di Stamford Bridge, London, Inggris, Jumat dinihari, 22 Februari 2019. Chelsea berhasil mengalahkan Malmo dengan skor 3-0 dalam laga leg kedua babak 32 besar Liga Eropa. REUTERS

    Pemain Chelsea, Callum Hudson-Odoi berselebrasi setelah menjebol gawang Malmo dalam laga babak 32 besar Liga Eropa di Stamford Bridge, London, Inggris, Jumat dinihari, 22 Februari 2019. Chelsea berhasil mengalahkan Malmo dengan skor 3-0 dalam laga leg kedua babak 32 besar Liga Eropa. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Chelsea melaporkan Dynamo Kiev ke UEFA setelah salah satu pemain mereka menjadi sasaran pelecehan rasis oleh pendukung tuan rumah saat Chelsea menang dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Europa di Kiev pekan lalu, klub Liga Inggris itu menyatakan pada Senin.

    Sementara ini Chelsea tidak menyebutkan siapa nama pemainnya. Namun, mengutip Sky Sports, pemain sayap Callum Hudson-Odoi menjadi sasaran penggemar Kiev yang mencemooh pemain berusia 18 tahun itu sebagai "monyet" saat Chelsea meraih kemenangan 5-0.

    Baca: Profil Singkat 8 Tim di Perempat Final Liga Europa

    Sky mengatakan, Hudson-Odoi menginformasikan kepada rekan setimnya Cesar Azpilicueta yang selanjutnya mengeluh kepada wasit setelah peluit akhir.

    "Kami dapat mengonfirmasi laporan pelecehan rasis yang diarahkan pada salah satu pemain kami di menit akhir pertandingan di Kiev oleh sebagian kecil pendukung tuan rumah," kata Chelsea dalam sebuah pernyataan di situs web mereka disini.

    Baca: Hasil Undian Perempat Final Liga Europa: Napoli Vs Arsenal

    "Kami mengutuk perilaku menjijikkan seperti itu ... Kami mengharapkan UEFA melakukan penyelidikan dan kami akan siap bekerja sama sepenuhnya."

    Chelsea juga mengatakan bahwa Ketua Bruce Buck dan Sekretaris Klub David Barnard telah memberi tahu delegasi pertandingan UEFA mengenai masalah ini. Sementara UEFA belum berkomentar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.