FIM Legalkan Komponen Pendingin Ban, Ini Kata Bos Ducati

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Manajer tim Ducati MotoGP, Luigi Dall'Igna, menyatakan tak terkejut dengan keputusan federasi olahraga bermotor internasional FIM yang melegalkan penggunaan pendingin ban belakang pada motor Desmosedici GP 19 milik mereka. Menurut dia, sejak awal Ducati sudah menegaskan bahwa mereka tak melanggar aturan teknis yang dikeluarkan penyelenggara MotoGP.

    "Kami yakin bahwa kami sepenuhnya patuh pada aturan teknis yang ada dan karena itu kami sangat percaya diri soal banding yang diajukan ke FIM. Jadi kami hanya dapat mengekspresikan rasa puas kami terhadap keputusan itu yang menggarisbawahi upaya kami untuk patuh terhadap aturan yang ada," ujarnya.

    Pada Selasa kemarin waktu Swiss, FIM menyatakan menolak keberatan yang diajukan empat pabrikan: Honda, Suzuki, Aprilia dan KTM terkait komponen pendingin ban belakang miliki Ducati. Menurut FIM komponen tersebut tak melanggar satu pun aturan teknis MotoGP.

    Soal klaim keempat pabrikan bahwa komponen tersebut memberikan keuntungan aerodinamika pada motor Ducati, FIM sependapat dengan Direktur Teknik MotoGP, Danny Aldridge, bahwa hal itu harus dibuktikan dengan pengetesan lebih lanjut.

    Honda cs masih dapat melanjutkan masalah ini ke arbitrase olahraga internasional atau CAS. Mereka memiliki waktu maksimal lima hari setelah keputusan FIM tersebut untuk menempuh langkah terakhir.

    Soal kemungkinan Honda cs mengajukan masalah tersebut ke CAS, Luigi tak mau ambil pusing. Menurut dia, Ducati saat ini hanya akan berkonsentrasi ke balapan di seri MotoGP Argentina yang akan digelar pada akhir pekan ini.

    "Sekarang kami hanya akan fokus pada balapan berikutnya yang merupakan tantangan berat dan menyenangkan lainnya," ujar Luigi.

    Seri MotoGP Argentina akan dimulai pada Jumat besok dengan menggelar sesi latihan bebas pertama. Balapan akan gelar Ahad siang waktu setempat atau pada Senin dini hari waktu Indonesia.

    ROADRACINGWORLD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?