Balap Sepeda BMX, Tim Indonesia Bertolak ke Malaysia

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet BMX Indonesia, I Gusti Bagus Saputra (tengah), memacu sepedanya di samping altet Jepang, Yoshitaku Nagasako, dalam perlombaan kategori race Asian Games 2018 di Pulomas BMX Center, Jakarta, Sabtu, 25 Agustus 2018. Bagus ada di posisi kedua dengan selisih 0,64 detik dari pebalap Jepang, Yoshitaku Nagasako, yang meraih medali emas. REUTERS/Athit Perawongmetha

    Atlet BMX Indonesia, I Gusti Bagus Saputra (tengah), memacu sepedanya di samping altet Jepang, Yoshitaku Nagasako, dalam perlombaan kategori race Asian Games 2018 di Pulomas BMX Center, Jakarta, Sabtu, 25 Agustus 2018. Bagus ada di posisi kedua dengan selisih 0,64 detik dari pebalap Jepang, Yoshitaku Nagasako, yang meraih medali emas. REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim nasional balap sepeda BMX Indonesia bertolak menuju Malaysia, Kamis untuk mempertahankan prestasi pada Asian BMX Cycling Championship (ACC) 2019 di komplek Velodrome Nasional, Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia,13-14 April.

    "Tim berangkat hari ini. Saya berangkat duluan. Ada jersey lisence control," kata manajer timnas balap sepeda Indonesia, Budi Saputra saat dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis.

    Pada Asian BMX Cycling Championship 2019, pebalap Indonesia jelas mendapatkan tanggung jawab yang cukup besar karena datang dengan predikat juara bertahan untuk sektor putra. Adalah Rio Akbar yang bakal mempertahankan predikat juara Asia.

    Posisi pria asal Jawa Barat ini jelas menjadi incaran pebalap dari negara lain. Sebut saja dari Jepang, Thailand ataupun Filipina yang dikenal memiliki pebalap handal.

    "Semoga diberi keselamatan, kelancaran dan keberhasilan pada kejuaraan Asian BMX Cycling Championship 2019 di Malaysia. Bismillah," tulis Rio Akbar.

    Indonesia pada Asian BMX Cycling Championship 2019 turun dengan kekuatan penuh. Selain Rio Akbar ada peraih perak Asian Games 2018 I Gusti Bagus Saputra, Toni Syarifudin dan Fasya Ahsana Rifki.

    Selain mengirimkan tim senior, PB ISSI juga mengirim satu pebalap BMX junior yaitu Yossi Saputra. Pebalap berusia 17 asal DKI Jakarta ini merupakan juara pertama junior di kejuaraan internasional di Banyuwangi.

    Sementara itu untuk sektor putri elit, Indonesia hanya mengirimkan satu pebalap saja yaitu Wiji Lestari yang juga peraih perunggu Asian Games 2018. Hal tersebut terjadi karena salah satu pebalap andalan yaitu Elga Kharisma Novanda masih dalam penyembuhan cedera.

    "Semoga dengan komposisi ini kita bisa bicara banyak. Apalagi pebalap kita sangat familiar dengan lintasan yang bakal digunakan. Fasya kemampuannya juga tidak diragukan lagi," kata manajer timnas balap sepeda Indonesia Budi Saputra menambahkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.