Lakukan Pelecehan Seksual, Pria Ini Dihajar Petarung MMA Wanita

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petarung MMA wanita Joey Vieira menghajar pria yang melecehkannya secara seksual. (Mirror/Golders)

    Petarung MMA wanita Joey Vieira menghajar pria yang melecehkannya secara seksual. (Mirror/Golders)

    TEMPO.CO, Jakarta - Joyce Vieira, seorang petarung MMA wanita asal Brasil, menjadi berita setelah fotonya sedang menghajar seorang pria menjadi viral. Vieira punya alasan kuat menghajar pria tersebut, karena dilecehkan secara seksual.

    Vieira (27 tahun) sedang berfoto dengan pakaian renang bersama rekannya di pantai Paia do Braga, Rio de Janeiro awal pekan. Tanpa sengaja dia melihat seorang pria yang melihat aktivitasnya sembari melakukan gerakan masturbasi.

    Baca: Petarung MMA di Brasil Tewas Saat Berlaga, Simak Videonya

    Vieira langsung menghampiri pria yang diketahui bernama Josenei Viana Ferreira (26 tahun) tersebut, dan menghajar wajahnya sebelum akhirnya dilerai.

    “Saat saya melihat ke arahnya, jelas sekali dia memelorotkan celana pendeknya, ereksi, dan mengeluarkan suara-suara,” ujar Vieira membeberkan alasannya menghajar Ferreira.

    Baca: Conor McGregor Mengajari Putra Sulungnya Jadi Petarung MMA

    Vieira lantas melaporkan peristiwa ini kepada polisi, dan Ferreira sempat ditahan. Pria itu membantah bahwa dia mengintip Vieira melecehkannya. Dia berdalih sedang buang air kecil ketika Vieira melihatnya, lantas menghampiri dan memukul wajahnya.

    Meskipun begitu, petarung MMA wanita tersebut tetap merasa bahwa dirinya sudah mengalami pelecehan seksual. “Saya merasa lemah dan akan terus terancam, sebab pria itu berasal dari kota dan daerah yang sama dengan saya,” ujar Vieira usai Ferreira dibebaskan.

    THE SUN | MIRROR


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.