Diragukan, Robbie Fowler Buktikan Sebagai Pelatih Klub Australia

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Legenda Liverpool Robbie Fowler, mengontrol bola saat memberikan coaching clinic di Kamp pelatihan Harbour View, Boston, Massachusetts (21/7). Andrew Powell/Liverpool FC via Getty Images

    Legenda Liverpool Robbie Fowler, mengontrol bola saat memberikan coaching clinic di Kamp pelatihan Harbour View, Boston, Massachusetts (21/7). Andrew Powell/Liverpool FC via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pemain besar Liverpool, Robbie Fowler, ingin menepis keraguan pengamat atas kemampuannya melatih setelah dia ditunjuk menjadi pelath baru klub Liga Australia, Brisbane Roar, pada Selasa 23 April 2019.

    Mantan penyerangan Inggris berusia 44 tahun itu, menurut laporan situs www.besoccer.com, menandatangani kontrak dua tahun. "Ini pekerjaan pertamanya sejak dia gantung sepatu."

    "Saya benar-benar mendapatkan tantangan di masa depan. Saya ingin membuktikan membawa sukses klub sekaligus mencetak sejarah di Liga Australia," ucapnya melalui sebuah pernyataan.

    Fowler pernah menjadi pelatih klub Thailand, Muangthong United, dalam waktu singkat. Setelah itu dia bekerja di Akademi Liverpool, tetapi dia tidak memiliki pengalaman sebagai pelatih. Menurut Fox Sports, Fowler terpilih sebagai pelatih klub Australia setelah mengalahkan sekitar 100 calon pelatih menyusul mundurnya John Aloisi pada akhir Desember 2018.

    Keraguan para pengamat mengenai kemampuan Fowler dibantah oleh Direktur Eksekutif Brisbane, David Pourre, dengan mengatakan bahwa dia senang mendapatkan orang yang cocok di posisinya.

    "Brisbane Roar Football Club percaya bahwa kami tepat sasaran menunjuk seseorang yang haus kesuksesan," ucapnya. "Saya mengenal anggota kami, pendukung dan para sponsor. Mereka akan mendukung kami pada musim 2019/20."

    Selama berkiprah bersama Liverpool, Fowler dijuluki "Dewa" oleh pendukung The Reds. Dia menceploskan 163 gol dalam 379 penampilanya. Dia mengenal dengan baik Liga Australia setelah beberapa musim bermain untuk North Queesland Fury dan Perth Glory di akhirnya sebagai pemain sepak bola.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.