MotoGP: Viral, Video Marshall Curi Komponen Motor Alex Rins

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap MotoGP, Alex Rins. (roadracingworld.com)

    Pembalap MotoGP, Alex Rins. (roadracingworld.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Video soal marshal atau petugas lapangan mencuri komponen motor pembalap Suzuki Ecstar Alex Rins di MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, Ahad, menjadi viral. Kejadiannya terjadi usai balapan, saat Rins merayakan keberhasilan finis di posisi kedua, di balakang Marc Marquez (Honda).

    Setelah melewati garis finis, Rins melakukan selebrasi dengan pendukungnya. Pembalap asal Spanyol itu menepikan motornya di pinggir lintasan, lalu menghampiri suporter.

    Ketika Rins asyik berselebrasi, seorang marshal mengambil sesuatu dari motor GSX-RR dan memasukkan ke sakunya. Aksinya itu terekam kamera yang terpasang di motor Rins. Rekaman itu diunggah ke media sosial dan menjadi viral.

    Belakangan diketahui, marshal yang membantu memegangi motor milik Rins itu mengambil karet kecil di bagian master silinder rem.

    Apa kata Rins soal ulah marshal tersebut? Ia justru tertawa. “Ya, saya sudah melihatnya. Luar biasa. Saya tidak punya kata untuk mendefinisikan (komponen), itu penutup tangki minyak rem pada stang,” kata dia.

    Ia menduga benda itu akan muncul di Wallapop (laman untuk menjual barang bekas di Spanyol). "Dan mereka mematok harga 1.000 euro (Rp 16 juta). Komponen itu tertulis 'Rins' dan '42'. Jika saya melihatnya dijual di internet, saya akan membelinya. Saya bersedia menukarnya dengan penahan lutut,” kata Rins.

    Belakangan, petugas marshall itu bisa diidentifikasi. Panitia sudah memastikan petugas itu mengembalikan barang yang diambilnya ke tim Suzuki.

    Alex Rins saat ini menempati posisi kedua klasemen umum pembalap MotoGP, hanya terpaut satu poin dari Marquez.

    MOTORSPORT | CRASH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?