Kejuaraan Dunia Boling Digelar di Palembang pada November

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peboling Indonesia, Tannya Roumimper (kiri), dan atlet Jepang, Ishimoto Mirai, melempar bola dalam final master putri Asian Games 2018 di Jakabaring Boling Center, Palembang, Sumatera Selatan, Senin, 27 Agustus 2018. ANTARA FOTO/INASGOC/Septianda Perdana

    Peboling Indonesia, Tannya Roumimper (kiri), dan atlet Jepang, Ishimoto Mirai, melempar bola dalam final master putri Asian Games 2018 di Jakabaring Boling Center, Palembang, Sumatera Selatan, Senin, 27 Agustus 2018. ANTARA FOTO/INASGOC/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Palembang - Kejuaraan dunia boling akan digelar di lintasan Jakabaring Bowling Center, Palembang, Sumater Selatan, 16-24 November 2019. Ketua umum PB Persatuan Boling Indonesia (PBI) Percha Leanpuri mengatakan kejuaraan tersebut bakal diikuti oleh ratusan atlet terbaik dari puluhan negara.

    Dia meyakini kejuaraan tersebut akan memicu kebangkitan olahraga boling nasional. "Setiap negara kita batasi mengirim dua atlet terbaiknya, putra dan putri," kata dia seusai bertemu dengan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, Selasa, 7 Mei 2019.

    Menurut Percha kejuaraan sama pada dua tahun lalu berlangsung di Las Vegas, Amerika Serikat. Indonesia sendiri menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya, setelah 1980. Kali ini, Indonesia kembali menjadi tuan rumah dengan memaksimalkan penggunaan venue di JSC yang merupakan terbaik di kawasan Asia.

    Percha menambahkan, sesuai regulasi, setiap negara dibatasi mengirim 1 peboling putra terbaik dan 1 peboling putri terbaik. Dengan target minimal 65-75 negara peserta, dia optimistis kejuaraan tersebut akan diikuti oleh setidaknya 150 peserta. Jumlah tersebut belum termasuk para ofisial dan keluarga.

    Sementara itu Kurmin Halim, ketua Pengurus Provinsi Persatuan Boling Indonesia Sumater Selatan, mengatakan, mereka akan menggencarkan promosi ke luar negeri baik di kawasan Asia, Eropa, maupun Timur Tengah. Tujuannya agar jumlah peserta bisa mencapai seratusan negara di dunia.

    Bila hal itu tercapai, maka Indonesia bisa mengalahkan rekor jumlah peserta terbanyak yang dipegang oleh Singapura. "Kita ingin pecahkan rekor peserta yang selama ini dipegang oleh Singapura dengan 98 negara," kata Kurmin.

    Menyangkut venue maupun hotel, Kurmin Halim menjamin kedua hal itu tidak akan menjadi kendala bagi negara peserta. Pasalnya arema eks Asian Games yang ada di Jakabaring merupakan venue terbaik di kawasan Asia. Jakabaring Bowling Center memiliki luas bangunan sekitar 4.200 meter persegi yang berdiri kokoh di atas lahan seluas 2,8 hektar. Arena ini memiliki 40 lintasan, jauh lebih banyak dari rata-rata bowling center lainnya yang hanya memiliki 20-30 lintasan boling. "Tiga bulan sebelum pelaksanaan tentu akan ada inspeksi venue," ujar Kurmin.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.