Imam Nahrawi Harap Prestasi Zohri Memotivasi Atlet Muda Lain

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelari Indonesia, Lalu Muhammad Zohri. Antara

    Pelari Indonesia, Lalu Muhammad Zohri. Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi berharap atlet muda Indonesia termotivasi dengan prestasi sprinter Lalu Muhammad Zohri yang sukses lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang dalam usia muda.

    "Harapan saya seperti seperti itu. Apalagi sebentar lagi SEA Games yang 60 persen atlet yang dikirim berusia muda," kata menpora dalam perbincangannya dengan media di Bogor, Selasa.

    Zohri, kata menpora, jika dilihat dari kategori usia masih cukup muda yaitu 18 tahun. Namun, saat ini atlet asal Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah turun di level senior dan prestasinya sudah tidak diragukan lagi karena mampu mengharumkan nama bangsa.

    Juara dunia lari 100 meter junior itu menjadi atlet pertama Indonesia yang memastikan diri tampil pada Olimpiade 2020 Tokyo setelah catatan waktunya mampu menembus limit yang ditetapkan yaitu 10,05 detik. Zohri saat ini sudah berada pada posisi 10.03 detik.

    Catatan waktu yang dibukukan juga mempertajam rekornas atas nama sendiri itu dicetak pada kejuaraan Seiko Golden Grand Prix 2019 di Osaka, Jepang, Minggu (19/5). Sebelumnya rekornas berada pada 10,13 detik.

    "Jadi, jika semuanya dilakukan dengan maksimal maka peluang untuk menjadi yang terbaik akan terbuka. Seperti yang terjadi pada Zohri. Atlet muda jangan berkecil hati. Ayo tunjukkan kemampuan terbaikmu," kata menpora menambahkan.

    Saat ini, kata Menpora, Indonesia banyak dihadapkan dengan kejuaraan internasional dan yang paling dekat adalah SEA Games 2019 di Manila Filipina, 30 November hingga 11 Desember. Begitu juga dengan persiapan menghadapi Olimpiade 2020.

    Sesuai dengan rencana, Indonesia pada SEA Games 2019 akan turun di 51 cabang olahraga dan 56 cabang yang dipertandingkan. Hanya saja banyak cabang olahraga yang belum melakukan pemusatan latihan karena terkendala beberapa hal termasuk anggaran.

    Namun, beberapa cabang getol menjalani pemusatan latihan secara mandiri seperti yang dilakukan cabang atletik, wushu hingga balap sepeda. Untuk cabang lain banyak atletnya yang dikembalikan ke klub.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.