Presiden PSG Terlibat Kasus Suap Kejuaraan Dunia Atletik

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden klub Paris Saint Germain Nasser al-Khelaifi (kiri) dan pemain barunya Yohan Cabaye berpose setelah konfrensi pers di Stadion Parc des Princes stadium (29/1).  PSG memboyong Cabaye dengan harga transfer 20 pounds. REUTERS/Charles Platiau

    Presiden klub Paris Saint Germain Nasser al-Khelaifi (kiri) dan pemain barunya Yohan Cabaye berpose setelah konfrensi pers di Stadion Parc des Princes stadium (29/1). PSG memboyong Cabaye dengan harga transfer 20 pounds. REUTERS/Charles Platiau

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden klub PSG, Nasser Al-Khelaifi dituding terlibat suap dalam upaya negaranya, Qatar, menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Atletik 2017 dan 2019. Aparat kepolisian Prancis tengah menyelidiki masalah ini.

    Aparat pengadilan Prancis menyatakan bahwa tuduhan awal soal korupsi ini telah mereka terima dari kepolisian Prancis. Pemilik saham grup beIN media itu disebut terlibat dalam penyuapan sejumlah pejabat asosiasi atletik internasional IAAF sebesar 3,5 juta dolar Amerika.

    Sebelumnya aparat hukum Prancis telah menjerat Kepala Eksekutif beIN, Yousef Al-Obaidly, dan mantan Presiden IAAF, Lamine Diack dalam kasus yang sama.

    Pengacara Al-Obaidly menyatakan bahwa jaksa mendasarkan dakwaan itu pada dokumen transfer senilai total 3,5 juta dolar Amerika dari Oryx Qatar Sport Investmens yang dimiliki Al-Khelaifi dan saudaranya Khalid kepada sejumlah mantan pejabat IAAF.

    Transfer itu dilakukan melalui perusahaan Pamodzi Sports Marketing yang disebut dikepalai oleh anak dari Lamine Diack, Papa Massata Diack. Terdapat dua transfer yang dilakukan sebelum pengambilan keputusan negara mana yang akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Atletik 2017.

    Qatar kalah dari Inggris pada saat itu, namun mereka mendapatkan jatah menggelar Kejuraan Dunia Atletik 2019 di Doha.

    Si pengacara membantah bahwa pembayaran tersebut adalah bentuk suap. Menurut dia, pembayaran tersebut sepenuhnya transparan dan merupakan bagian dari proses pencalonan yang normal. Pamodzi Sports Marketing sendiri disebut sebagai agen yang ditunjuk langsung oleh IAAF untuk mengatasi masalah sponsor dan pencalonan Qatar.

    Papa Massata Diack dan perusahaannya telah dilarang untuk mengikuti kegiatan di IAAF karena dituding menerima uang dari atlet Rusia yang ingin terhindar dari hukuman karena ketahuan menggunakan Doping. Aparat kepolisian Prancis juga sudah menerbitkan permintaan penahaan kepada Interpol jika keberadaannya diketahui.

    Pihak Al-Khelaifi membantah tudingan tersebut. Pengacaranya Francis Szpiner menyatakan bahwa tudingan itu tak beralasan.

    "Nama Nasser Al-Khelaifi tak tampak dalam dokumen apa pun dalam kasus itu," ujarnya kepada media Prancis La Parisien. "Dia tak pernah terlibat secara operasioan dalam pencalonan Qatar untuk Kejuaraan DUnia Atletik."

    Selain sebagai Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi juga memiliki sejumlah jabatan menterng. Dia merupakan anggota Komite Eksekutif UEFA perwakilan dari klub. Kejuaraan Dunia Atletik 2019 di Doha, Qatar sendiri akan berlangsung pada  pada 27 September hingga 6 Oktober.

    GUARDIAN|INDEPENDEN| GOAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.